Doa Berbuka Puasa Asyura 10 Muharram

Puasa Asyura untuk Apa
Puasa Asyura untuk Apa

Umat Islam di Indonesia tengah menalani ibadah sunnah di bulan Muharram 1448 Hijriah. Memasuki waktu magrib, kaum muslimin memburu bacaan doa buka puasa asyura 10 muharram guna menyempurnakan pahala ibadah mereka.

Pelafalan kalimat suci penyejuk dahaga ini dibaca sesaat setelah azan berkumandang. Pada dasarnya, bacaan yang digunakan sama seperti perayaan puasa pada umumnya.

Menurut beberapa literatur keislaman, terdapat pilihan pelafalan yang dapat diamalkan oleh kaum muslimin. Setiap versi memiliki makna mendalam sebagai wujud syukur atas limpahan rezeki dari Allah SWT.

Berikut adalah opsi lafal permohonan berbuka yang bersumber dari ketetapan para ulama:

Pilihan Bacaan Doa Berbuka

Doa Buka Puasa Pertama

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Latin: Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa’ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar raahimin. Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang.”

Doa Buka Puasa Kedua

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Latin: Dzahabadh dzama’u wabtalatil uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah. Artinya: “Telah hilang rasa penatku dan basahlah tenggorokanku dan tetaplah pahala dicurahkan atasku, insyaallah.”

Pelaksanaan ibadah sunnah ini mengalami sedikit perbedaan penanggalan di wilayah Indonesia. Fenomena tersebut terjadi lantaran adanya perbedaan metode dalam menetapkan awal bulan kamariah di antara organisasi keagamaan.

Masing-masing lembaga memiliki perhitungan sendiri untuk menentukan jatuhnya hari mulia tersebut. Kendati demikian, perbedaan ini justru menjadi kekayaan khazanah bagi umat Islam setempat.

Pemerintah bersama organisasi kemasyarakatan telah merilis panduan penanggalan resmi bagi para pendaftar ibadah. Umat Muslim dapat mengikuti ketentuan sesuai dengan keyakinan mazhab masing-masing.

Berikut adalah pembagian rincian penanggalan dari berbagai pihak otoritas keagamaan di tanah air:

Perbedaan Jadwal

Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Puasa Tasua (9 Muharram 1448 H): Rabu, 24 Juni 2026

Puasa Asyura (10 Muharram 1448 H): Kamis, 25 Juni 2026

Versi Nahdlatul Ulama (NU)

Puasa Tasua (9 Muharram 1448 H): Kamis, 25 Juni 2026

Puasa Asyura (10 Muharram 1448 H): Jumat, 26 Juni 2026

Perbedaan penanggalan tidak mengurangi kekhusyukan umat Islam dalam mengamalkan doa buka puasa asyura 10 muharram. Toleransi antarumat beragama menjadi kunci utama dalam menjaga kedamaian selama pelaksanaan ibadah di bulan suci ini.