Terkini24.id – Lembaga keagamaan Nahdlatul Ulama memaparkan panduan mengenai keutamaan amalan malam 10 muharram bagi umat muslim di seluruh dunia. Peningkatan ibadah pada momentum suci ini sangat dianjurkan demi memperoleh pengampunan dosa serta keberkahan hidup. Ragam amalan kebaikan ini bersumber dari teks hadis sahih dan kitab fikih klasik.
Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram menjadi ibadah utama yang sangat ditekankan oleh mayoritas ahli fikih. Sebelum kewajiban bulan Ramadan turun pada tahun kedua hijriah, ibadah ini sempat berstatus wajib bagi umat Islam. Mengenai keutamaannya, Rasulullah saw bersabda: “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulannya Allah, Muharram” (HR Muslim).
Keutamaan Pengampunan Dosa Hari Asyura
Pelaksanaan puasa pada hari Asyura dipercaya memiliki fadhilah besar berupa penghapusan dosa-dosa kecil setahun yang lalu. Hadis riwayat Muslim mencatat secara jelas dialog mengenai keistimewaan spiritual dari ibadah sunah muakad tersebut.
Berikut adalah teks hadis sahih yang mendasari keutamaan puasa Asyura tersebut:
عَنْ أَبي قَتَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صِيامِ يَوْمِ عَاشُوراءَ، فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ المَاضِيَةَ. (رواه muslim)
Selain riwayat di atas, Nabi Muhammad saw juga menegaskan keutamaan ini dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi. Rasulullah saw bersabda: “Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar Ia mengampuni dosa setahun yang lalu”. Para ulama fikih menyimpulkan bahwa pengampunan ini ditujukan bagi kekhilafan kecil, sementara dosa besar memerlukan pertobatan khusus.
Kebajikan Tambahan Berdasarkan Kitab Klasik
Umat Islam juga disarankan untuk memperbanyak berbagai amal kebajikan lain sepanjang bulan suci ini. Ulama terkemuka Syekh Abdul Hamid menguraikan anjuran ibadah tersebut dalam kitab Kanzun Naja was Surur Fi Ad’iyyati Tasyrahus Shudur.
Beliau menuliskan panduan amalan tersebut melalui bait nazam berikut:
فِى يوْمِ عَاشُوْرَاءَ عَشْرٌ تَتَّصِلْ * بِهَا اثْنَتَانِ وَلهَاَ فَضْلٌ نُقِلْ صُمْ صَلِّ صَلْ زُرْ عَالمِاً عُدْ وَاكْتَحِلْ * رَأْسُ الْيَتِيْمِ امْسَحْ تَصَدَّقْ وَاغْتَسِلْ وَسِّعْ عَلَى اْلعِيَالِ قَلِّمْ ظُفْرَا * وَسُوْرَةَ الْاِخْلاَصِ قُلْ اَلْفَ تَصِلْ
Berdasarkan rincian kitab tersebut, terdapat 12 jenis amalan kebaikan yang dianjurkan bagi umat muslim:
- Melakukan shalat
- Berpuasa
- Menyambung silaturahim
- Bersedekah
- Mandi
- Memakai celak mata
- Berziarah kepada ulama (baik yang hidup maupun yang meninggal)
- Menjenguk orang sakit
- Menambah nafkah keluarga
- Memotong kuku
- Mengusap kepala anak yatim
- Membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 1000 kali.
Doa Penjaga Diri Imam Al-Ajhuri
Bulan Muharram termasuk dalam kategori Asyhurul Hurum atau rentetan bulan-bulan suci yang sangat dimuliakan oleh Allah SWT. Momentum ini juga memperingati peristiwa sejarah penting saat pertobatan Nabi Adam alaihissalam diterima secara langsung oleh Sang Pencipta.
Oleh karena itu, ulama besar Imam Al-Ajhuri menganjurkan umat Islam untuk melafalkan doa khusus sebagai benteng pertahanan spiritual. Beliau menyatakan bahwa membaca kalimat di bawah ini sebanyak 70 kali akan menjauhkan diri dari segala keburukan: حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الوَكِيْلِ نِعْمَ Mَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ
Di samping itu, berikut adalah rangkaian bacaan dzikir harian yang dianjurkan dibaca pada hari ke-10:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ ١٠٠
اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ ١٠٠
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ ١٠٠
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ ١٠٠
حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الوَكِيْلِ ٤٥٠
حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الوَكِيْلِ نِعْمَ المَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ ٧٠
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ ١٠٠٠
Rangkaian pelaksanaan amalan malam 10 muharram menjadi kesempatan berharga bagi pemeluk Islam untuk membersihkan batin sekaligus meningkatkan derajat ketakwaan. Melalui rutinitas ibadah dan zikir yang tulus, umat muslim diharapkan memperoleh perlindungan penuh serta kedekatan spiritual yang hakiki kepada Allah SWT.