Terkini24.id – Kaum Muslim di seluruh dunia bersiap menyambut Hari Asyura yang jatuh setiap tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriah. Momen mulia ini menjadi kesempatan berharga untuk mendalami fadhilah puasa 9 10 muharram sebagai sarana mempertebal keimanan hamba. Keutamaan ibadah sunnah ini sangat besar, mulai dari menghapus dosa masa lalu hingga menjadi wadah refleksi spiritual yang mendalam bagi umat.
Kenapa Muncul Puasa Sunnah Asyura?
Sejarah mencatat amalan ini berakar saat Nabi Muhammad SAW mendapati kaum Yahudi berpuasa sebagai wujud syukur atas keselamatan Nabi Musa AS. Beliau kemudian menganjurkan umat Islam untuk ikut menunaikannya agar lebih menghargai keselamatan tersebut.
Anjuran ini kemudian menjadi salah satu pilar ibadah sunnah yang paling utama di bulan pertama Hijriah.
10 Keutamaan Hari Asyura
Pelaksanaan puasa sunnah di awal tahun Hijriah ini menyimpan banyak keberkahan bagi yang mengamalkannya dengan tulus. Para ulama menganjurkan pengerjaan puasa pada tanggal 9 Muharram (Tasua) dan 10 Muharram (Asyura) sebagai pembeda dari ritual ibadah kaum lainnya.
Berikut adalah 10 keutamaan besar Hari Asyura yang patut dipahami oleh setiap Muslim:
- Menghapus catatan dosa-dosa kecil pada setahun yang lalu.
- Mengenang peristiwa keselamatan Nabi Musa AS dari kejaran pasukan Fir’aun.
- Menjadi momen terbaik untuk melipatgandakan berbagai amal saleh harian.
- Menghidupkan tuntunan sunnah sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
- Menumbuhkan rasa syukur mendalam yang diwujudkan melalui ketaatan nyata.
- Menjadi sarana evaluasi spiritual dan muhasabah diri di awal tahun Hijriah.
- Menguatkan keyakinan umat bahwa pertolongan pencipta selalu dekat bagi orang beriman.
- Melatih kesabaran jiwa dalam menghadapi aneka ujian kehidupan.
- Mempererat hubungan vertikal dengan sang pencipta lewat doa dan puasa sunnah.
- Meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama melalui aktivitas sedekah.
Amalan Utama dan Hal yang Mesti Dihindari
Selain menjalankan ibadah puasa, kaum Muslimin juga sangat dianjurkan untuk memperbanyak bacaan zikir serta memperluas sedekah kepada sesama. Momentum awal tahun ini dinilai sangat tepat sebagai ajang introspeksi diri demi memperbaiki kualitas personal ke depan.
Kendati demikian, para ulama mengingatkan umat agar menjauhi segala bentuk ritual berlebihan yang tidak memiliki dasar hukum sahih. Penyebaran riwayat palsu atau keyakinan tanpa dalil yang jelas harus dihindari demi menjaga kesucian ibadah tersebut.
Penjagaan terhadap kemurnian syariat Islam menjadi poin krusial agar esensi dari Hari Asyura tidak bergeser menjadi sekadar perayaan seremonial belaka. Setiap amalan yang dikerjakan sudah semestinya bersandar penuh pada tuntunan yang valid.
Pada akhirnya, pemahaman yang benar mengenai fadhilah puasa 9 10 muharram akan memotivasi masyarakat untuk terus meningkatkan ketakwaan. Dampak positif dari ibadah ini diharapkan mampu membentuk pribadi yang lebih sabar, bersyukur, dan peduli kepada sesama hamba.
BACA JUGA: Puasa Tasua dan Asyura 2026 NU jatuh pada tanggal