Umat Islam segera menyambut pergantian tahun dalam kalender Hijriah. Penentuan tanggal penting ini mengacu pada siklus bulan. Berdasarkan perhitungan astronomi, awal tahun baru kali ini jatuh pada pertengahan Juni. Mayoritas wilayah di dunia menetapkan tanggal yang seragam untuk awal bulan suci ini.
Namun, setiap pemerintah memiliki otoritas sendiri dalam menentukan hari libur bagi warganya. Hal ini memicu perbedaan tanggal. Kebijakan operasional kantor pemerintahan dan swasta disesuaikan dengan agenda nasional masing-masing wilayah. Mari kita lihat bagaimana aturan penanggalan ini diterapkan di tanah air dan kawasan Timur Tengah.
Kebijakan Hari Libur Nasional di Indonesia
Pemerintah Indonesia telah memastikan tanggal resmi untuk momen penting ini. Penyelenggaraan libur di tanah air mengikuti kalender nasional yang sudah disepakati bersama.
- Awal tahun baru jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026.
- Status hari tersebut adalah libur nasional resmi.
- Pemerintah tidak menyediakan tambahan cuti bersama.
Masyarakat dapat memanfaatkan satu hari tersebut untuk beribadah. Selepas melihat situasi di dalam negeri, mari kita alihkan perhatian ke wilayah Teluk.
Penetapan Libur Pertengahan Pekan di Bahrain dan Yordania
Langkah yang diambil Indonesia ternyata serupa dengan beberapa tetangga di Timur Tengah. Kerajaan Bahrain resmi memilih hari Selasa sebagai waktu istirahat bagi para pekerja formal. Putera Mahkota Bahrain telah menerbitkan surat edaran khusus untuk seluruh kementerian negara. Suasana hangat menyambut tahun baru.
Yordania juga mengambil keputusan yang sejalan dengan Bahrain. Perdana Menteri Jafar Hassan menghentikan aktivitas universitas negeri dan instansi pemerintah pada hari Selasa besok. Arab Saudi dilaporkan turut mengadopsi kebijakan serupa untuk seluruh warga dan pekerja di sana.
Sistem Geser Libur di Uni Emirat Arab
Uni Emirat Arab mengambil langkah yang berbeda dari negara-negara sebelumnya. Pemerintah setempat memilih untuk memajukan hari libur bagi warganya. Sektor publik dan swasta di sana sudah menikmati masa rehat sejak Senin, 15 Juni 2026. Langkah ini dinilai sangat praktis.
Libur tengah pekan sengaja digeser ke hari kerja yang berdekatan dengan akhir pekan. Dampaknya, para pekerja di sana bisa menikmati masa istirahat yang lebih panjang.
Pola penataan ini membuat masyarakat mempunyai waktu berkumpul bersama keluarga lebih lama.
Pergeseran Akhir Pekan Panjang di Wilayah Oman
Oman memiliki cara tersendiri dalam merayakan pergantian tahun Hijriah ini. Secara astronomis, awal bulan Muharram di Oman tetap terdeteksi pada hari Selasa. Namun, pihak kesultanan memilih hari lain untuk menghentikan aktivitas perkantoran. Libur resmi bagi para pekerja diperkirakan baru akan terlaksana pada Kamis, 18 Juni 2026.
Kebijakan ini otomatis menyambung hari libur reguler di akhir pekan. Pola ini disukai para pekerja. Perbedaan ini menunjukkan bahwa kalender ibadah dan kalender kerja bisa diatur secara fleksibel tanpa mengurangi makna religius dari peringatan tersebut.