Doa Akhir Tahun Hijriyah Dibaca Kapan? Ini Waktu dan Aturannya

Kapan Doa Akhir Tahun Hijriyah Dibaca
Kapan Doa Akhir Tahun Hijriyah Dibaca

Pertanyaan mengenai doa akhir tahun hijriyah dibaca kapan sering kali muncul di kalangan umat Muslim menjelang pergantian kalender Islam. Waktu paling utama untuk mengamalkan doa ini adalah pada sore hari setelah melaksanakan shalat Ashar di hari terakhir bulan Dzulhijjah, tepat sebelum memasuki waktu shalat Maghrib.

Peralihan waktu menuju Maghrib tersebut secara otomatis menandai dimulainya tanggal baru yaitu 1 Muharram dalam penanggalan Islam.

Oleh karena itu, kaum muslimin diimbau untuk bersiap-siap melafalkan doa penutup tahun ini di akhir siang agar seluruh kelalaian yang telah diperbuat selama setahun penuh mendapatkan ampunan dari Allah SWT sebelum tahun berganti.

Pentingnya Mengamalkan Doa Penutup Tahun

Membaca doa di penghujung tahun merupakan tradisi keagamaan yang sarat akan makna spiritual dan muhasabah diri.

Di dalam draf doa yang disusun oleh para ulama saleh terdahulu, terdapat ungkapan permohonan ampun yang mendalam atas segala dosa, kesalahan, serta kelalaian yang telah dilakukan sepanjang tahun. Selain memohon ampunan, amalan ini juga diiringi dengan harapan besar agar seluruh amal kebaikan yang telah dikerjakan sepanjang tahun dapat diterima oleh Allah SWT sebagai bekal keberuntungan di masa depan.

Untuk tahun ini, penetapan awal bulan Muharram dapat merujuk pada informasi resmi 1 Muharram 2026 jatuh pada tanggal 16 Juni yang menjadi penanda dimulainya tahun baru.

Pandangan Membaca Doa Menurut Kitab Ulama

Anjuran mengenai waktu dan tata cara pelafalan doa ini memiliki landasan rujukan yang kuat dari kitab-kitab klasik para ulama fikih. Merujuk pada kitab Kanzun Najah wa as-Surur, doa akhir tahun Hijriyah sangat dianjurkan untuk dibaca sebanyak tiga kali berturut-turut oleh setiap muslim.

Pengulangan sebanyak tiga kali ini bertujuan untuk memantapkan kemantapan batin serta memperkuat kesungguhan dalam memohon perlindungan dari tipu daya setan yang berusaha merusak amal manusia di sepanjang tahun yang lalu.

Masyarakat dapat mengamalkan bacaan ini secara mandiri di rumah atau melaksanakannya secara berjamaah di masjid lingkungan tempat tinggal bersama jamaah lainnya setelah wirid shalat Ashar selesai.

Prosedur Membaca Doa Akhir Tahun

Pelaksanaan amalan keagamaan ini dapat diterapkan dengan tertib melalui langkah-langkah deklaratif berikut ini:

  1. Menyelesaikan shalat Ashar secara berjamaah atau mandiri pada hari terakhir di bulan Dzulhijjah.
  2. Mengambil posisi duduk yang tenang menghadap arah kiblat di dalam masjid atau di ruang ibadah rumah.
  3. Membaca kalimat istigfar sebanyak-banyaknya untuk membersihkan hati dari noda dosa sebelum memulai untaian doa.
  4. Melafalkan doa akhir tahun secara khusyuk sebanyak tiga kali berturut-turut sebelum adzan Maghrib berkumandang.
  5. Mengakhiri prosesi dengan membaca selawat atas Nabi Muhammad SAW sebagai penutup wasilah doa yang berkah.

Memulai Lembaran Baru dengan Kesucian Batin

Melalui pemahaman yang tepat mengenai waktu pelaksanaan doa penutup tahun ini, kaum muslimin dapat mengakhiri perjalanan spiritual selama setahun dengan kondisi batin yang bersih dan penuh harap. Kehadiran momen pergantian tahun ini hendaknya tidak dilewatkan begitu saja tanpa adanya evaluasi diri terhadap ibadah yang telah lalu.

Menutup lembaran lama dengan permohonan ampunan serta membuka lembaran baru dengan doa keselamatan akan membimbing setiap individu menjadi pribadi yang lebih bertakwa, istiqomah, dan selalu berada di bawah naungan rahmat Allah SWT di masa-masa mendatang.

Teks Bacaan Doa Akhir Tahun Islam

Adapun lafaz doa akhir tahun yang dimaksud, disertai bacaan latin dan terjemahannya adalah sebagai berikut:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي السَّنَةِ الْمَاضِيَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ، وَنَسِيتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ، وَحَلُمْتَ عَنِّي مَعَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي، وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَاءَتِي عَلَيْكَ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ مِنْهُ فَاغْفِرْ لِي. اللَّهُمَّ وَمَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ وَالْغُفْرَانَ فَتَقَبَّلْهُ مِنِّي، وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيمُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm. Wa shallallāhu ta’ālā ‘alā sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā ālihī wa shaḥbihī wa sallam. Allāhumma mā ‘amiltu min ‘amalin fī as-sanah al-mādliyah mimmā nahaitanī ‘anhu falam atub minhu wa lam tardlahu, wa nasītuhu wa lam tansahu, wa ḥalumta ‘annī ma’a qudratika ‘alā ‘uqūbatī, wa da’autanī ilā at-taubati ba‘da jarā’atī ‘alaika. Allāhumma innī astaghfiruka minhu faghfir lī. Allāhumma wa mā ‘amiltu min ‘amalin tardhāhu wa wa‘adtanī ‘alaihi ats-tsawāba wal-ghufrāna fataqabbalhu minnī, wa lā taqtha’ rajā’ī minka yā Karīmu yā Arḥamar-Rāḥimīn. Wa shallallāhu ta‘ālā ‘alā sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā ālihī wa shaḥbihī wa sallam.

Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah mencurahkan rahmat dan salam kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, beserta keluarga dan para sahabat beliau. Ya Allah, apa saja amalan yang telah aku lakukan sepanjang tahun yang lalu, yang Engkau larang aku melakukannya, namun aku belum bertobat darinya dan Engkau pun tidak meridhainya, dan aku telah melupakannya, tetapi Engkau tidak lupa, Engkau masih berlembut kepadaku meskipun Engkau mampu menghukumku, dan Engkau telah menyeruku untuk bertobat setelah aku berani melakukan maksiat kepada-Mu.​​​​​Ya Allah, aku memohon ampun kepada-Mu darinya, maka ampunilah aku. Ya Allah, dan apa pun amal yang telah aku lakukan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan untukku pahala dan ampunan, maka terimalah amal itu dariku, dan jangan putuskan harapanku kepada-Mu, wahai Yang Maha Mulia, wahai Yang Maha Penyayang dari para penyayang. Semoga Allah mencurahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, serta keluarga dan sahabat beliau.”