Terkini24.id – Umat Islam yang menjalankan ibadah sunnah pada tanggal 9 Muharram dianjurkan untuk mengamalkan doa buka puasa tasua saat waktu magrib tiba. Berdoa pada saat membatalkan puasa merupakan amalan penuh keutamaan karena waktu tersebut termasuk momentum mustajab untuk dikabulkannya doa.
Keutamaan hari kesembilan bulan Muharram ini juga ditegaskan oleh para ulama sebagai ibadah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Doa Buka Puasa Tasua
Merangkum buku 99 Doa dan Zikir Harian untuk Muslimah oleh Wulan Mulya Pratiwi, berikut bacaan doa buka puasa Tasua:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ أُمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت ُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ .
Arab-Latin: Alloohumma laka shumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamarroohimiin
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku tunduk dan patuh, dan dengan rejeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu wahai dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang”
Bisa juga membaca doa berikut sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَ اءَ الله
Arab-Latin: Dzahabazh zhama-u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allah.
Artinya: “Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah.” (HR. Abu Daud no. 2,357)
Sunnah Buka Puasa Tasua
Rasulullah SAW juga memberikan keteladanan mengenai adab-adab terbaik ketika membatalkan puasa sunnah ini. Penerapan adab berbuka tersebut menjadi ladang pahala tambahan bagi setiap individu yang mengamalkannya. Berdasarkan buku Dahsyatnya Puasa Wajib & sunah Rekomendasi Rasulullah oleh Amirulloh Syarbini & Sumantri Jamhari, terdapat beberapa tuntunan utama nabi.
Berikut adalah beberapa amalan sunnah utama yang dicontohkan ketika waktu berbuka telah masuk:
1. Menyegerakan Berbuka
Umat Islam dianjurkan langsung membatalkan puasa saat magrib. Sesuai hadis riwayat Sahl bin Sa’ad, nabi bersabda melalui kalimat لا يَزَالُ النَّاسُ بِغَيْرِ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ yang memiliki arti “Manusia selalu dalam kebaikan selama mereka menyegenakan berbuka.”
2. Memperbanyak Doa
Momen ini merupakan waktu paling makbul untuk memohon kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak; 1. orang yang berpuasa hingga ia berbuka, 2. pemimpin yang adil, 3. dan orang yang terdzalimi.”
3. Menyantap Kurma dan Air
Pembatalan puasa diutamakan menggunakan kurma basah, kurma kering, atau air putih. Sahabat Anas bin Malik menyatakan, “Rasulullah SAW berbuka dengan beberapa kurma yang masih basah sebelum sholat (Maghrib). Jika tidak ada, beliau berbuka dengan beberapa kurma kering. Jika tidak ada, beliau berbuka dengan minum air.”
Penerapan seluruh tuntunan serta pembacaan doa buka puasa tasua ini diharapkan mampu menyempurnakan kualitas ibadah sunnah Muharram umat Islam. Menghidupkan adab-adab nabi saat magrib tiba tidak hanya mendatangkan kesegaran fisik, tetapi juga memperkokoh spiritualitas hamba.
BACA JUGA: Fadhilah Puasa 9 dan 10 Muharram