Daftar Isi Artikel
Berita Politik – Ketua MPR Ahmad Muzani dijadwalkan bertolak ke Masyhad, Iran, pada Kamis (9/7) malam. Keberangkatannya bertujuan untuk menghadiri prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei sebagai utusan khusus Presiden Prabowo Subianto.
Muzani tidak pergi seorang diri. Ia didampingi oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono dalam lawatan kenegaraan tersebut.
Muzani mengungkapkan teknis perjalanan melalui pernyataan resminya. Ia menekankan fokus delegasi Indonesia adalah menghormati prosesi duka tersebut.
“Rencananya delegasi Indonesia yang akan berangkat ke Iran akan berangkat besok malam. Kita akan terbang langsung dari Jakarta menuju Masyhad, kota yang akan menjadi tempat peristirahatan terakhir Ayatollah Ali Khamenei,” ujar Muzani seusai berkunjung ke gedung MK, Jakarta, Rabu (8/7).
Jadwal Perjalanan dan Agenda Delegasi
Berdasarkan rencana, rombongan akan tiba di Iran pada Jumat (10/7) pagi. Mereka segera menuju lokasi pemakaman agar bisa menghadiri rangkaian upacara sebelum memasuki waktu salat Jumat.
“Diperkirakan rombongan akan akan sampai di Masyhad hari Jumat jam 6.00 pagi. Kemudian sebelum Jumat kita diharapkan sudah bisa sampai ke tempat peristirahatan terakhir,” katanya.
Selain delegasi resmi, Muzani menyebut ada keterlibatan tokoh agama dalam rombongan ini. Meski demikian, daftar nama para ulama tersebut belum dipublikasikan.
“Dan mungkin akan ada beberapa ulama yang ikut, cuman saya belum tahu namanya,” tuturnya.
Rangkaian Pertemuan Kenegaraan di Iran
Agenda delegasi Indonesia di Iran tergolong singkat karena tidak ada rencana untuk menginap. Setelah prosesi pemakaman, mereka akan melakukan pertemuan diplomatik sebelum kembali ke Tanah Air.
“Sampai pagi, siang pemakaman, eh paginya pemakaman, siang ziarah, terus setelah itu berbicara dengan katanya kita akan ketemu dengan Menteri Luar Negeri dan Ketua Parlemen Iran. Habis itu kembali langsung ke Jakarta,” ujarnya.
Kehadiran utusan khusus Presiden ini menegaskan komitmen hubungan diplomatik antara Indonesia dan Iran. Kepergian Muzani dan Sugiono menjadi bentuk penghormatan terakhir pemerintah bagi sosok Ayatollah Ali Khamenei.