Daftar Isi Artikel
Terkini24.id – Ketakutan pasar modal domestik seketika sirna menjelang bel akhir perdagangan berbunyi. Para investor menarik napas lega karena IHSG hari ini sukses membalikkan keadaan dengan meroket ke zona hijau pada penutupan perdagangan sore.
Laju indeks sempat terseok-seok sejak pembukaan pagi akibat tekanan global. Namun, aksi beli masif para pelaku pasar berhasil mendorong posisi indeks ke level tertinggi harian.
Rincian Data RTI Terkait Pergerakan Saham Domestik
Berdasarkan rilis data dari platform RTI pada Kamis (9/7/2026), grafik bursa domestik mengalami lonjakan sebesar 39,069 poin atau setara dengan 0,67 persen. Pertumbuhan ini mengunci posisi pasar modal di level 5.912,442 setelah sebelumnya terjerembap ke zona merah.
Sesi perdagangan berjalan sangat dinamis sepanjang hari. Angka terendah sempat menyentuh level 5.839 sebelum akhirnya merangkak naik secara perlahan.
Berikut adalah ringkasan data transaksi pasar modal dalam penutupan perdagangan sore:
- Total volume saham yang ditransaksikan mencapai 27,092 milar lembar.
- Nilai transaksi harian tercatat menyentuh angka Rp12,055 triliun.
- Nilai kapitalisasi pasar secara keseluruhan berada di posisi Rp10.351,261 triliun.
- Frekuensi perdagangan harian diselesaikan sebanyak 2.246.793 kali transaksi.
- Sebanyak 327 saham mengalami penguatan harga yang signifikan.
- Sebanyak 275 saham terperosok ke zona pelemahan.
- Sebanyak 190 saham lainnya bergerak stagnan tanpa perubahan nilai.
Prediksi Koreksi Menurut Analisis Phintraco Sekuritas
Sebelum penutupan yang menggembirakan ini, bursa sempat terbebani oleh kombinasi sentimen buruk dalam negeri maupun luar negeri. Indeks LQ45 yang berisi kelompok saham unggulan bahkan tergelincir turun sebesar 1,77 poin atau melemah 0,30 persen menuju posisi 581,11.
Para pengamat pasar modal sebelumnya memperkirakan pelemahan ini masih akan berlanjut. Evaluasi mendalam menunjukkan adanya tekanan yang cukup berat pada batas bawah pergerakan saham.
Mengenai kondisi tersebut, Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, memberikan pandangannya secara tertulis. Beliau memaparkan potensi pergerakan pasar secara terperinci.
“IHSG diperkirakan masih berpotensi melanjutkan koreksi untuk menguji area support di kisaran 5.800-5,745 pada perdagangan Kamis,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 9 Juli 2026.
Dampak Peringatan Keras Donald Trump terhadap Iran
Sentimen internasional didominasi oleh meningkatnya premi risiko geopolitik pasca aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi memanas menyusul pernyataan tegas dari Gedung Putih.
Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengumumkan bahwa masa gencatan senjata kini telah berakhir secara sepihak. Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran besar di pasar energi global.
Pemerintah Amerika Serikat segera melancarkan operasi militer ofensif serta mencabut seluruh izin perdagangan minyak mentah milik Teheran. Langkah tersebut memicu kekhawatiran meluas akan pasokan bahan bakar dunia.
Trump juga melayangkan ancaman pengeboman lanjutan serta pemberlakuan kembali blokade wilayah perairan laut. Tindakan tegas ini diambil sebagai respons atas insiden sabotase kapal tanker yang melintasi kawasan Selat Hormuz.
Ketegangan politik di Timur Tengah ini langsung memicu lonjakan harga minyak mentah internasional secara mendadak. Di sisi lain, risalah internal dari pertemuan berkala The Fed menunjukkan adanya silang pendapat yang berimbang di antara para pejabat moneter terkait prospek kebijakan suku bunga ke depan.
Ke depan, pergerakan bursa domestik diperkirakan masih akan sangat bergantung pada stabilitas politik luar negeri dan kebijakan suku bunga global. Kita berharap situasi moneter dalam negeri mampu meredam volatilitas demi menjaga kepercayaan para penanam modal.