Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan tren koreksi pada perdagangan Kamis, 9 Juli 2026. Proyeksi ini muncul setelah penutupan bursa pada Rabu, 8 Juli 2026, mencatat pelemahan 1,89% ke level 5.873,3.
Phintraco Sekuritas menilai koreksi pasar dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kondisi tersebut mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia lebih dari 6% dan memicu aksi ambil untung investor setelah indeks menguat selama lima hari beruntun.
“Dengan perkembangan tersebut, IHSG diperkirakan masih berpotensi melanjutkan koreksi untuk menguji area support di kisaran 5.800–5.745 pada perdagangan Kamis (9/7/2026),” tulis Phintraco Sekuritas.
Selain sentimen komoditas, Phintraco Sekuritas menyoroti pengumuman S&P DJI terkait penempatan Indonesia dalam status pemantauan. Hal ini membuka risiko penurunan klasifikasi pasar dari emerging market menjadi frontier market.
Proyeksi MNC Sekuritas dan Rekomendasi Saham
Di sisi lain, MNC Sekuritas melihat potensi pembalikan arah atau rebound pada IHSG dengan rentang uji 6.083–6.203. Namun, analis tetap mengingatkan adanya area koreksi pada level 5.752–5.840 yang perlu diperhatikan pelaku pasar.
Terkait aktivitas perdagangan pada Kamis, 9 Juli 2026, MNC Sekuritas memberikan rekomendasi saham yang layak dicermati:
- AKRA
- ESSA
- MEDC
- DEWA
Pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada menghadapi ketidakpastian geopolitik dan potensi perubahan klasifikasi pasar. Volatilitas harga minyak dunia dan penyesuaian teknikal menjadi variabel utama yang menentukan arah indeks dalam jangka pendek.