Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya mencatatkan penguatan signifikan pada penutupan perdagangan Rabu (1/7/2026). Pergerakan positif ini memutus tren pelemahan yang terjadi pada indeks selama beberapa hari sebelumnya.
Mengutip laman RTI, Rabu, 1 Juli 2026, IHSG ditutup di posisi 5.695,116 atau naik sebanyak 51,921 poin, setara 0,92 persen.
Indeks sempat menunjukkan fluktuasi pada awal sesi perdagangan. Namun, pasar saham Indonesia berhasil mempertahankan posisi di zona hijau hingga bel penutupan dibunyikan.
Performa Pasar dan Volume Transaksi
Selama sesi perdagangan berlangsung, indeks sempat menyentuh level tertinggi di posisi 5.737,736 dan level terendah di level 5.607,451. Sementara itu, IHSG dibuka pada posisi 5.640,611 saat pagi hari.
Aktivitas pasar mencatatkan volume perdagangan sebanyak 18,416 miliar lembar saham. Total nilai transaksi yang terhimpun mencapai Rp10,220 triliun.
Secara keseluruhan, data perdagangan menunjukkan dominasi saham yang menguat dibandingkan yang melemah:
- Sebanyak 378 saham mengalami penguatan.
- Sebanyak 248 saham mencatatkan pelemahan.
- Sebanyak 157 saham berada dalam posisi stagnan.
Kinerja Sektor dan Bursa Regional
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, mayoritas sektor mencatatkan pertumbuhan positif. Sebanyak tujuh dari 11 sektor saham berhasil menguat pada penutupan kali ini.
Sektor energi memimpin kenaikan dengan lonjakan sebesar 2,61 persen. Kinerja positif juga diikuti sektor industri dasar yang naik 2,60 persen serta sektor infrastruktur yang bertambah 1,38 persen.
Di sisi lain, terdapat tiga sektor yang mengalami tekanan jual, yakni:
- Sektor transportasi turun 0,91 persen.
- Sektor keuangan turun 0,38 persen.
- Sektor non-cyclical turun 0,38 persen.
Sementara itu, pergerakan bursa saham regional Asia cenderung bervariasi. Indeks Nikkei menguat 0,59 persen ke 70.474,96, sedangkan indeks Hang Seng terkoreksi 0,63 persen ke 22.881,02.
Penguatan IHSG hari ini memberikan optimisme baru bagi para pelaku pasar setelah beberapa hari sebelumnya terus berada dalam tekanan. Kondisi ini mencerminkan pemulihan sentimen investor di tengah dinamika pasar regional yang beragam.