Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan pada akhir sesi perdagangan Kamis (25/6/2026). Indeks saham domestik tersebut ditutup melonjak 115,156 poin atau melesat 1,96 persen ke posisi 5.999,03 setelah bergerak fluktuatif sepanjang hari. Pada pembukaan pagi, indeks sempat terlempar ke level 5.873,07 sebelum akhirnya berhasil menyentuh posisi tertinggi di level 6.056,2.
Kebangkitan ini terjadi setelah pasar saham domestik mengalami tekanan hebat akibat sentimen negatif global pada hari sebelumnya. Investor mulai melakukan aksi beli selektif memanfaatkan koreksi harga yang sudah terjadi cukup dalam.
Rincian Data Perdagangan Saham
Aktivitas pasar modal pada hari ini didominasi oleh pergerakan positif mayoritas saham yang diperdagangkan di bursa. Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, performa saham harian dapat dijabarkan sebagai berikut:
- Total saham menguat: 537 saham
- Total saham melemah: 135 saham
- Total saham stagnan: 141 saham
Nilai transaksi yang dibukukan sepanjang hari ini mencapai Rp13,407 triliun. Adapun volume saham yang ditransaksikan menyentuh 22,099 miliar lembar saham dengan frekuensi perdagangan melampaui 1,693 juta kali transaksi.
Dampak Pengumuman Indeks MSCI
Sebelum penguatan hari ini terjadi, pasar saham dan obligasi dalam negeri sempat mengalami tekanan hebat. Analisis dari tim Pilarmas Investindo Sekuritas menyatakan bahwa penurunan tajam sebelumnya dipicu oleh sentimen pengumuman dari MSCI. Akibatnya, pada hari Rabu kemarin indeks jatuh 3,56 persen ke level 5.883 dan mengerek imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) ke atas 7,20 persen.
“Level IHSG sendiri secara jangka pendek berpotensi untuk menyentuh 5.740. Apabila belum ada upaya dari pemangku untuk memperbaiki kepercayaan pelaku pasar dan investor,” ujar tim Pilarmas Investindo Sekuritas.
Proyeksi Pergerakan Indeks ke Depan
Analis menekankan pentingnya sentimen positif baru untuk menjaga momentum penguatan agar indeks tidak kembali jatuh ke bawah batas psikologis. Tanpa adanya dorongan sentimen baru, potensi koreksi lanjutan pada pasar modal dan pasar obligasi masih terbuka cukup lebar.
“Apabila tidak ada sentimenaka potensi penurunan semakin terbuka lebar, begitupun imbal hasil obligasi 10y yang berpotensi kembali bermain di level 7.20 – 7.35 persen,” kata tim Pilarmas Investindo Sekuritas.
Meskipun berhasil memangkas pelemahan hari sebelumnya, pergerakan indeks diperkirakan masih berpotensi mengalami tekanan yang fluktuatif. Rentang pergerakan indeks untuk fase berikutnya diproyeksikan akan berada pada batas support dan resistance di level 5.735 hingga 6.080.