Saham FORU Melonjak Usai Incar Rp27,1 Triliun via Rights Issue di BEI

Saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) menguat ke Rp3.330 usai perseroan mengumumkan rencana rights issue jumbo senilai Rp27,1 triliun.

Terkini24.idHarga saham emiten media PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) melonjak hingga Rp3.330 per lembar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (22/7/2026). Lonjakan ini dipicu aksi korporasi perseroan yang menargetkan penyerapan dana segar senilai Rp27,1 triliun melalui skema rights issue.

Langkah penambahan modal jumbo ini menandai babak baru transformasi bisnis perseroan di pasar modal Indonesia. Manajemen FORU berencana mengalokasikan dana tersebut untuk memperkuat struktur modal dan membiayai ekspansi usaha secara menyeluruh.

Rencana Aksi Korporasi dan Alokasi Dana

Melalui keterbukaan informasi, perseroan mengumumkan gelaran Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I). Penyerapan dana segar dalam skala jumbo ini ditujukan untuk mengakselerasi pertumbuhan kinerja perseroan.

Suntikan dana hasil aksi korporasi tersebut rencananya akan dialokasikan ke beberapa bidang prioritas:

  • Pengembangan Struktur Modal: Memperkuat fondasi keuangan perseroan.
  • Investasi Baru: Mendukung ekspansi bisnis ke sektor-sektor prospectif.
  • Transformasi Usaha: Mendorong diversifikasi kegiatan operasional secara komprehensif.

Pergerakan harga saham FORU di pasar sekunder sempat menyentuh level tertinggi harian pada posisi Rp3.610 per lembar sebelum akhirnya bertahan di level Rp3.330.

Potensi Dilusi Saham dan RUPSLB

Manajemen perseroan mengingatkan para pemegang saham mengenai risiko perubahan porsi kepemilikan. Pemegang saham lama yang tidak mengeksekusi haknya berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga 99,78 persen.

Persetujuan atas agenda penambahan modal serta perubahan rencana penggunaan dana ini akan ditentukan melalui mekanisme pemungutan suara. Perseroan telah menjadwalkan pembahasan resmi agenda tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Menyikapi tingginya volatilitas transaksi, para analis pasar mengimbau investor untuk tetap cermat memperhatikan prospek fundamental perseroan sebelum mengambil keputusan investasi. Hasil keputusan RUPSLB mendatang akan menjadi penentu utama keberhasilan eksekusi aksi korporasi serta arah pergerakan saham FORU ke depan.