Terkini24.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terkoreksi 24,469 poin atau 0,39 persen ke level 6.315,55 pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (22/7/2026). Penurunan ini mengakhiri tren penguatan indeks setelah tertekan aksi pelepasan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. Para pelaku pasar memanfaatkan momentum koreksi teknis ini untuk merealisasikan keuntungan usai IHSG menguat dalam sepekan terakhir.
IHSG sebenarnya sempat menguat pada awal perdagangan di posisi 6.366,012 dan menyentuh level tertinggi 6.394,686. Namun, tekanan jual membalikkan arah indeks hingga menyentuh titik terendah pada level 6.297,862.
Aktivitas Perdagangan dan Sektor Melemah
Aktivitas transaksi paruh pertama mencatatkan volume 28,93 miliar saham dengan nilai transaksi menembus Rp11,23 triliun. Perputaran uang tersebut berlangsung lewat frekuensi perdagangan sebanyak 1,81 juta kali.
Sebanyak 366 saham terkoreksi, 238 saham menguat, dan 190 saham stagnan. Sebanyak 7 dari 11 indeks sektoral melemah, dipimpin oleh sektor kesehatan (IDX Health) dan transportasi (IDX Transportation).
Gergaji harga saham terbesar (top losers) pada sesi I:
- TRON: Anjlok 14,29% menjadi Rp114 per saham
- SULI: Melemah 11,32% menjadi Rp94 per saham
- GPSO: Turun 9,34% menjadi Rp330 per saham
Saham dengan kenaikan tertinggi (top gainers):
- ZATA: Melonjak 34% menjadi Rp67 per saham
- MLPT: Melesat 25% menjadi Rp1.625 per saham
- WMUU: Naik 24% menjadi Rp62 per saham
Penyebab Koreksi dan Sentimen Regional
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta menilai penurunan IHSG merupakan fase wajar setelah reli panjang. Tekanan dipicu pelemahan saham perbankan besar seperti BBCA yang turun 1,5% dan BMRI sebesar 1,1%, serta saham konglomerasi DSSA (turun 2,7%) dan BRPT (turun 1,6%).
“Hingga siang ini terdapat 7 dari 11 indeks sektoral yang melemah, dipimpin oleh IDX Health dan IDX Transportation,” tandas Nafan dalam pesan singkat.
Sementara itu, pergerakan bursa saham Asia cenderung bervariasi. Indeks saham di Tokyo dan Shanghai menguat, sedangkan bursa Hong Kong dan Mumbai bergerak melemah.
Menghadapi sesi II, para investor diproyeksikan akan mencermati area support terdekat untuk mengantisipasi potensi pembalikan arah. Ketahanan indeks akan ditentukan oleh tingkat perlawanan beli pada saham-saham big cap serta dinamika pergerakan bursa regional hingga penutupan perdagangan.