Terkini24.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia melesat ke level 6.319,85 atau menguat 1,41 persen setara 88,07 poin pada perdagangan sesi pertama, Selasa (21/7/2026) pukul 11.59 WIB. Kenaikan tajam ini mengembalikan kepercayaan pasar di tengah penantian keputusan suku bunga Bank Indonesia serta pertahanan peringkat utang dari S&P Global Ratings.
Perdagangan sesi pertama mencatat nilai transaksi sebesar Rp10,28 triliun dengan volume perdagangan mencapai 27,39 miliar lembar saham. Sebanyak 400 emiten menguat, 248 melemah, dan 317 saham stagnan di lantai bursa. Tambahan modal asing mulai masuk seiring stabilnya kondisi makroekonomi domestik dan terjaganya disiplin fiskal pemerintah.
Sektor Properti dan Kontribusi Saham Unggulan
Laju bursa didorong oleh performa cemerlang sektor properti yang melonjak hingga 5,46 persen pada sesi pertama. Sektor bahan baku dan energi masing-masing mencatatkan kenaikan 2,08 persen dan 2,05 persen.
Sejumlah emiten berkapitalisasi besar memberikan kontribusi poin terbesar terhadap penguatan indeks utama. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) memimpin daftar dengan sumbangan 10,13 poin.
Berikut adalah daftar emiten pemberi kontribusi positif terbesar:
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyumbang 10,13 poin.
- PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) menyumbang 6,43 poin.
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyumbang 5,85 poin.
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menyumbang 5,16 poin.
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyumbang 2,95 poin.
Sentimen Global dan Proyeksi Pasar
Di sisi lain, S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil. Keputusan ini meredakan kekhawatiran pasar terhadap tekanan fiskal akibat lonjakan harga energi global.
Pelaku pasar tetap mencermati eskalasi geopolitik di Timur Tengah serta kenaikan imbal hasil US Treasury yang berpotensi memicu capital outflow. Bank Indonesia dijadwalkan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur pekan ini untuk menentukan arah kebijakan moneter selanjutnya.
Stabilitas moneter domestik dan hasil keputusan suku bunga Bank Indonesia pekan ini akan menjadi penentu utama arah tren pergerakan pasar saham nasional selanjutnya.