J.P. Morgan Naikkan Target Harga Saham BBRI ke Rp3.400

J.P. Morgan menaikkan rekomendasi saham BBRI menjadi Overweight dengan target harga Rp3.400 menyusul perbaikan kualitas kredit mikro.

Terkini24.id – Lembaga keuangan global J.P. Morgan menaikkan rekomendasi saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dari Underweight menjadi Overweight. Langkah ini dibarengi dengan peningkatan target harga saham BBRI menjadi Rp3.400 untuk periode Juni 2027.

Peningkatan rating ini dipicu oleh meredanya risiko kualitas aset pada segmen kredit mikro serta membaiknya prospek portofolio pinjaman. Keputusan J.P. Morgan menandai titik balik optimisme pasar terhadap emiten perbankan BUMN tersebut setelah sempat menghadapi tekanan kualitas kredit masyarakat berpenghasilan rendah.

Perbaikan Operasional dan Valuasi Saham

Analis J.P. Morgan menilai langkah pembenahan internal BRI mulai membuahkan hasil nyata pada kinerja perseroan. Peningkatan efektivitas penagihan serta pengetatan pola penyaluran kredit berhasil menekan laju kredit bermasalah.

Rasio beban penanganan kreditur per petugas lapangan diturunkan dari 528 debitur pada 2022 menjadi 456 debitur, dengan target menuju 400 debitur. Manajemen juga membatasi fasilitas pinjaman segmen UKM maksimal 75 persen dari arus kas lebih.

J.P. Morgan turut merevisi proyeksi laba per saham (EPS) BBRI periode 2026-2028 naik 3 hingga 6 persen. Saat ini valuasi saham BBRI diperdagangkan pada level 7,3 kali price to earnings (PE) dan 1,31 kali price to book value (PBV).

Proyeksi Keuangan dan Risiko Margin

Laporan riset tersebut memproyeksikan pertumbuhan indikator keuangan utama BBRI secara bertahap hingga tiga tahun ke depan.

Berikut rincian proyeksi kinerja keuangan BBRI:

  • Laba Bersih: Rp54,72 triliun (2026), Rp58,35 triliun (2027), dan Rp63,98 triliun (2028).
  • Penyaluran Kredit: Rp1.551,56 triliun (2026), Rp1.687,65 triliun (2027), dan Rp1.837,94 triliun (2028).
  • Dana Pihak Ketiga: Rp1.585,54 triliun (2026), Rp1.714,30 triliun (2027), dan Rp1.853,99 triliun (2028).
  • Profitabilitas (ROE): 16,8 persen (2026), 17,7 persen (2027), dan 18,9 persen (2028).
  • Rasio NPL: Stabil di kisaran 3,1 persen.

Meski fundamental membaik, J.P. Morgan memperkirakan adanya tekanan margin bunga bersih (NIM) yang menyusut sekitar 26 basis poin pada 2026. Penurunan margin ini dipengaruhi oleh tingginya biaya dana serta penyesuaian suku bunga pinjaman program PNM.

Tantangan Likuiditas dan Dampak Pasar

Ketetatan likuiditas perbankan nasional masih menjadi tantangan utama bagi pergerakan biaya pendanaan perseroan. Tingkat LDR rupiah yang disesuaikan mencapai 111 persen serta tingginya imbal hasil SRBI menjadi penekan utama.

Namun, bantuan sosial dan subsidi energi pemerintah diyakini mampu menjaga daya beli masyarakat pedesaan. Faktor ini menjadi penopang arus kas debitur mikro sekaligus pendorong utama penguatan harga saham jangka pendek.

Keputusan pembaruan rating dari J.P. Morgan ini diperkirakan bakal meningkatkan kembali minat investor asing terhadap saham BBRI di Bursa Efek Indonesia. Selanjutnya, pelaku pasar akan mencermati realisasi laporan keuangan kuartalan perseroan untuk memastikan konsistensi pemulihan kualitas kredit mikro di lapangan.