Daftar Isi Artikel
Saham Bach Multi Global Tbk (BACH) dan Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan aktivitas perdagangan paling tinggi pada rentang waktu 09.32 hingga 10.02 WIB. Dominasi kedua emiten tersebut terlihat jelas pada dua kategori utama, yakni nilai transaksi dan frekuensi perdagangan harian di pasar modal.
Emiten BACH menjadi sorotan utama pelaku pasar karena berhasil masuk ke dalam daftar lima besar untuk kedua kategori tersebut secara bersamaan. Fenomena ini menunjukkan minat beli yang cukup besar terhadap saham bersangkutan di tengah dinamika pasar.
Tren Nilai dan Frekuensi Transaksi
Berdasarkan data perdagangan, nilai transaksi saham BBCA memimpin pasar dengan total mencapai Rp108,3 miliar. Posisi tersebut diikuti oleh BACH dengan nilai transaksi sebesar Rp81 miliar.
Berikut adalah lima saham dengan nilai transaksi tertinggi:
- Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp108,3 miliar
- Bach Multi Global Tbk (BACH): Rp81 miliar
- Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): Rp63 miliar
- Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Rp42,7 miliar
- Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Rp35,3 miliar
Sementara itu, BACH menempati posisi teratas pada kategori frekuensi transaksi dengan catatan 82.224 kali. Disusul oleh Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) yang mencatat 18.365 kali transaksi.
Kinerja Harga Saham Emiten
Minat beli yang tinggi terhadap BACH terefleksi pada kenaikan harga saham sebesar 7,83 persen menjadi Rp625. Selain BACH, saham Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) juga mengalami lonjakan harga signifikan.
Saham COCO tercatat menguat 11,11 persen dan menyentuh level Rp208 per lembar. Berikut adalah daftar saham dengan frekuensi transaksi tertinggi:
- Bach Multi Global Tbk (BACH): 82.224 kali
- Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI): 18.365 kali
- Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO): 8.438 kali
- Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO): 6.072 kali
- Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): 5.975 kali
Dominasi BACH serta pergerakan saham perbankan besar mencerminkan dinamika pasar modal yang cukup aktif pada sesi perdagangan pagi ini. Investor saat ini terus memantau pergerakan harga saham tersebut untuk melihat potensi keberlanjutan tren hingga penutupan pasar.