Saham APEX dan ENRG Menguat di Bursa Akibat Lonjakan Harga Minyak Dunia

Harga Minyak Dunia
Harga Minyak Dunia

Saham emiten minyak mencatatkan kenaikan signifikan pada perdagangan Kamis (9/7/2026). Sentimen pasar positif ini muncul setelah harga minyak dunia melonjak akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Pergerakan harga komoditas global memicu respons investor di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kenaikan harga minyak terjadi karena kekhawatiran pasar terhadap penutupan jalur pelayaran penting di Selat Hormuz akibat serangan militer AS ke wilayah Iran.

Kenaikan Nilai Saham Emiten Migas

Berdasarkan data BEI per pukul 09.36 WIB, sejumlah saham sektor energi mengalami apresiasi harga yang cukup tajam. Berikut adalah daftar emiten yang mencatat kenaikan nilai saham:

  • PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) melonjak 14,07 persen menjadi Rp154 per unit.
  • PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menguat 10,21 persen ke level Rp1.295 per unit.
  • PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) naik 7,22 persen.
  • PT Ginting Jaya Energi Tbk (WOWS) terkerek 7,02 persen.
  • PT Sigma Energy Compressindo Tbk (SICO) menguat 4,67 persen.
  • PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) naik 2,81 persen.
  • PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) tumbuh 1,93 persen.
  • PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 1,28 persen.
  • PT Elnusa Tbk (ELSA) terapresiasi 0,81 persen.

Dampak Eskalasi Konflik Global

Lonjakan harga minyak mentah Brent naik 1 persen menjadi USD78,8 per barel pada pukul 07.54 WIB. Sementara itu, kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat 1,01 persen ke posisi USD74,26 per barel.

Kondisi ini dipicu oleh ancaman keamanan di Selat Hormuz yang menjadi jalur distribusi utama energi global. Sebelumnya, militer AS melancarkan serangan terhadap Iran sebagai respons atas insiden kapal tanker pada Selasa lalu.

Iran merespons serangan tersebut dengan melancarkan serangan balik terhadap pangkalan militer AS di Bahrain dan Kuwait. Akibat kondisi yang tidak menentu, perusahaan penjamin risiko perang menyarankan pelaku pelayaran untuk menghentikan sementara aktivitas di kawasan tersebut.

Investor saat ini terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi dunia dan pergerakan indeks saham sektor energi di pasar domestik.