Saham WIFI: Dividen Dibagikan Secara Tunai Tahun Buku 2025 Senilai Rp10,62 Miliar

Hashim Djojohadikusumo Diangkat jadi Komisaris Utama WIFI
Hashim Djojohadikusumo Diangkat jadi Komisaris Utama WIFI

PT Solusi Sinergi Digital Tbk resmi menetapkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 dengan total nilai Rp10.617.098.030. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil mata acara kedua dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan perusahaan tersebut.

Pemegang 5.308.549.015 saham akan menerima pembagian dividen sebesar Rp2 per lembar saham. Aksi korporasi ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memberikan imbal hasil langsung bagi para investor yang tercatat resmi sesuai tanggal yang telah ditentukan dalam jadwal resmi perseroan.

Jadwal Lengkap Pembagian Dividen WIFI

Investor yang berminat mendapatkan hak dividen wajib memperhatikan batas waktu transaksi di pasar modal. Berikut adalah rincian jadwal resmi pembagian dividen tunai yang ditetapkan oleh PT Solusi Sinergi Digital Tbk:

  • Cum dividend pasar reguler dan negosiasi: 8 Juli 2026
  • Ex dividend pasar reguler dan negosiasi: 9 Juli 2026
  • Cum dividend pasar tunai: 10 Juli 2026
  • Ex dividend pasar tunai: 13 Juli 2026
  • Recording date: 10 Juli 2026
  • Pembayaran dividen: 31 Juli 2026

Pembayaran dividen bagi pemegang saham dalam penitipan kolektif KSEI akan disalurkan melalui sistem pemindahbukuan ke rekening perusahaan efek atau bank kustodian.

Dampak Bagi Investor dan Kondisi Keuangan

Manajemen menyatakan bahwa pembagian dividen ini tidak menyebabkan dilusi karena perusahaan tidak menerbitkan saham baru. Penerimaan dividen sebesar Rp2 per saham ini akan memberikan arus kas langsung bagi pemegang saham yang tercatat pada Daftar Pemegang Saham per 10 Juli 2026 pukul 16.00 WIB.

Investor perlu memahami bahwa harga saham berpotensi mengalami penyesuaian teknis pada tanggal ex dividend karena hak dividen tidak lagi melekat pada transaksi setelah tanggal cum dividend. Selain itu, pembagian ini akan mengurangi saldo laba perseroan yang tersedia.

Pengumuman dividen tersebut bersumber dari laba bersih tahun buku 2025. Para pemegang saham disarankan untuk meninjau kembali kondisi keuangan perusahaan serta nilai dividend yield berdasarkan harga pasar terkini guna menilai keuntungan investasi secara menyeluruh.