Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menanggapi rilis terbaru MSCI Market Classification Review 2026 yang terbit pada Rabu pagi. Lembaga indeks global tersebut memberikan catatan khusus terkait keberlanjutan iklim investasi di pasar modal Indonesia. Walau status Indonesia bertahan sebagai emerging markets, pemantauan intensif tetap berjalan.
Tinjauan ini dianggap mencerminkan kepercayaan investor terhadap ketahanan ekonomi nasional serta reformasi transparansi yang sedang berjalan. OJK menyambut baik evaluasi konstruktif tersebut untuk meningkatkan daya saing domestik.
“Kami juga mencatat pengakuan MSCI atas berbagai langkah reformasi integritas pasar modal yang telah dilakukan. Adapun sejumlah area yang masih menjadi perhatian merupakan bagian dari proses evaluasi yang konstruktif dan akan terus kami tindak lanjuti bersama seluruh pemangku kepentingan,” ujar Friderica dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.
Evaluasi Reformasi dan Aksesibilitas Pasar
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menilai hasil penilaian ini menjadi bukti kuatnya komitmen pembenahan sejak awal tahun. Tingkat aksesibilitas pasar domestik dinilai masih berada di koridor yang aman bagi pemodal internasional.
“MSCI tidak hanya mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Markets, tetapi juga memberikan pengakuan bahwa berbagai langkah reformasi yang telah dan sedang kita jalankan berada pada arah yang tepat. Hal tersebut tercermin dari hasil penilaian market accessibility Indonesia yang terjaga baik,” kata Hasan.
Ia menganggap pengakuan ini menjadi modal krusial bagi penguatan tata kelola ke depan. Kendati demikian, pihak otoritas tetap membuka diri terhadap perbaikan demi menjaga kredibilitas industri keuangan.
Antisipasi Risiko Penurunan Status Klasifikasi
“Tentu kami melihat masih terdapat ruang perbaikan dan berbagai masukan yang perlu dicermati secara konstruktif. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus memperkuat engagement dengan global index providers, investor global, serta seluruh stakeholders terkait guna semakin meningkatkan kredibilitas, integritas, dan investability pasar modal Indonesia ke depan,” ujar Hasan.
OJK menekankan bahwa mempertahankan posisi saat ini bukanlah target akhir dari seluruh rangkaian pembenahan. Koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan akan dipacu untuk merespons segala kekhawatiran yang muncul.
“Langkah tersebut juga ditujukan untuk menindaklanjuti masukan dan concern dari pihak-pihak terkait dalam upaya memperkuat kredibilitas dan integritas pasar modal domestik,” ujar Hasan.
Poin Penting Pengawasan Indeks Global
MSCI menyatakan akan memantau cakupan, konsistensi, serta efektivitas pasar hingga Tinjauan Indeks MSCI November 2026. Ada risiko penurunan kelas bagi Indonesia jika tidak menunjukkan perkembangan signifikan.
“Jika kemajuan yang memadai tidak terlihat pada saat Tinjauan Indeks MSCI November 2026, MSCI akan mempertimbangkan berbagai opsi untuk perlakuan yang tepat bagi pasar Indonesia, yang berpotensi mencakup konsultasi tentang reklasifikasi Indonesia dari emerging market menjadi frontier markets,” tulis MSCI dalam pengumumannya.
Berikut adalah sejumlah faktor fundamental yang diyakini OJK mampu menjaga daya tarik investasi domestik:
- Tingkat fundamental perekonomian nasional yang tetap kokoh dan terjaga.
- Jumlah basis pemodal atau investor yang menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan.
- Nilai valuasi saham yang dinilai kompetitif di skala internasional.
- Laporan kinerja keuangan emiten yang secara umum memperlihatkan tren positif.
Optimisme Kinerja Pasar Skala Global
OJK tetap menaruh rasa optimistis yang tinggi terhadap prospek jangka panjang industri keuangan nasional di tengah periode pengawasan ketat global ini. Pertumbuhan pasar ke depan akan terus disokong oleh kekuatan kondisi ekonomi riil.
“Kami meyakini pasar modal Indonesia masih sangat prospektif dan menarik, baik bagi investor domestik maupun global. Hal ini didukung oleh fundamental perekonomian domestik yang terjaga, basis investor yang terus bertumbuh, valuasi saham yang kompetitif, dan kinerja fundamental emiten yang secara umum masih sangat positif,” ujar Hasan
Catatan positif sebelumnya terlihat pada laporan pertengahan Juni 2026 yang menempatkan aksesibilitas pasar domestik di jajaran terbaik Asia-Pasifik. Pencapaian tersebut menjadi landasan kuat untuk menjaga minat pemodal luar negeri.
Langkah pembenahan yang konsisten hingga akhir tahun akan menjadi penentu utama bagi posisi pasar modal Indonesia di mata dunia. Komitmen bersama seluruh pemangku kebijakan diharapkan mampu menghindarkan risiko penurunan status klasifikasi dan menjaga stabilitas ekonomi nasional secara berkelanjutan.