Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi saham yang paling banyak dijual oleh investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 15–19 Juni 2026. Investor asing mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 838,6 miliar pada emiten Grup Sinar Mas tersebut di pasar reguler.
Berdasarkan data Stockbit Sekuritas pada Minggu (21/6/2026), nilai net sell tersebut merupakan yang terbesar di bursa. Posisi ini diikuti oleh saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp 630,2 miliar dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp553,3 miliar.
Secara keseluruhan, investor asing membukukan net sell Rp904 miliar di seluruh pasar BEI dalam sepekan terakhir. Kendati demikian, saham DSSA ditutup melonjak 8,9% ke level Rp850 pada perdagangan Jumat (19/6/2026).
Prospek Bisnis dan Ekspansi Dian Swastatika Sentosa
Saham DSSA saat ini berupaya bangkit setelah didepak dari indeks MSCI Global Standard. Sucor Sekuritas menilai hal ini didukung oleh prospek kinerja mentereng karena perusahaan bertindak sebagai konsolidator bisnis telekomunikasi dan teknologi Grup Sinar Mas.
Saat ini, emiten tengah mengurangi ketergantungan pendapatan dari bisnis batu bara melalui PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS). “Rencana DSSA mengambil 35% saham PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) di harga Rp523 per saham menggambarkan arah kebijakan untuk masuk ke rantai nilai sektor infrastruktur telekomunikasi,” tulis Sucor dalam risetnya.
Selain telekomunikasi, DSSA juga membentuk perusahaan patungan dengan First Gen guna mengembangkan proyek pembangkit listrik geotermal 460 megawatt (MW). Proyek energi terbarukan ini ditargetkan beroperasi secara komersial pada tahun 2020.
Target Harga Saham DSSA Berdasarkan Analisis Sucor Sekuritas
Ekspansi ke sektor telekomunikasi, teknologi, dan geotermal diproyeksikan menaikkan nilai pasar potensial DSSA dari US$33 miliar menjadi US$76 miIiar. Atas dasar performa tersebut, Sucor Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli (buy) untuk saham DSSA.
Berikut adalah rincian proyeksi kinerja keuangan dan target saham DSSA menurut analisis Sucor Sekuritas:
- Rekomendasi Saham: Tetap buy dengan target harga Rp990 per lembar saham.
- Proyeksi Pendapatan (CAGR 2025–2030): Diperkirakan tumbuh 11% hingga mencapai US$ 4,7 miliar.
- Proyeksi Laba Bersih: Diperkirakan tumbuh 27% menjadi US$ 749 juta atau setara Rp 13,3 triliun.
- Estimasi Nilai Proyek Geotermal: Net present value proyek ditaksir US$ 895 juta dengan IRR 11%.