IHSG Hari Ini Menguat 0,60%, Sektor Energi Jadi Motor

IHSG hari ini menguat 0,60 persen ke level 6.223,24 pada Jumat (31/7/2026). Sektor energi menjadi motor utama penggerak bursa.

Terkini24.idIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini mencatatkan penguatan 0,60 persen ke level 6.223,24 pada perdagangan Jumat, 31 Juli 2026 pukul 09.25 WIB. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), kenaikan sebesar 36,87 poin ini membawa indeks keluar dari bayang-bayang pelemahan hari sebelumnya. Penguatan ini memberikan kepastian bagi pelaku pasar di tengah dinamika ekonomi domestik yang terus memantau kinerja sektor unggulan.

Pergerakan bursa saham nasional menunjukkan tren positif sejak bel pembukaan berdering pagi tadi. Indeks langsung bertengger di level 6.219,62 sebelum menyentuh posisi tertinggi harian pada level 6.230,53. Ketahanan pasar modal ini memperlihatkan minat akumulasi beli yang stabil dari para investor institusi maupun ritel.

Lonjakan Sektor Energi

Sentimen positif pasar hari ini didorong oleh lonjakan kinerja pada indeks sektor energi di lantai bursa. Indeks IDX Energy tercatat menanjak 1,41 persen atau naik 41,55 poin ke posisi 2.991,91 pada sesi perdagangan pagi. Sejumlah emiten pertambangan dan minyak bumi membukukan apresiasi harga saham yang cukup signifikan.

Kenaikan tersebut dimotori oleh beberapa emiten yang mencatat persentase penguatan tertinggi. Berikut adalah daftar saham energi yang mengalami kenaikan:

  • Saham Petrosea naik 3,03 persen ke level 4.760.
  • Saham Raharja Energi Cepu menguat 2,00 persen ke level 5.100.
  • Saham Indika Energy bertambah 1,56 persen ke level 2.610.
  • Saham Golden Energy Mines naik 1,17 persen ke level 6.500.
  • Saham Adaro Andalan Indonesia menguat 1,08 persen ke level 9.375.

Variasi Pergerakan Saham

Apresiasi harga juga merata pada lini emiten energi menengah lainnya seperti Mitrabahtera Segara Sejati yang naik 1,08 persen ke level 2.820. Selain itu, saham Paragon Karya Perkasa turut mengekor dengan kenaikan 1,02 persen ke posisi 3,960.

Kendati demikian, sebagian saham energi lainnya bergerak lebih terbatas bahkan mengalami koreksi tipis di tengah sesi. Saham Bukit Asam naik tipis 0,43 persen, sementara saham Indo Tambangraya justru terkoreksi 0,20 persen ke level 24.750. Sejumlah emiten lain seperti Super Energy dan Golden Eagle Energy bahkan bernasib stagnan tanpa perubahan harga.

Secara keseluruhan, stabilitas pergerakan bursa pada akhir pekan ini mencerminkan optimisme investor terhadap fundamental emiten energi. Pelaku pasar kini menanti hasil penutupan sesi sore nanti untuk melihat keberlanjutan tren hijau di lantai bursa.