Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini melonjak hingga menyentuh level 6.140,62 pada sesi perdagangan Kamis pagi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penguatan sebesar 0,81 persen ini didorong oleh aksi beli investor pada saham-saham sektor energi yang bergerak solid di zona hijau.
Laju positif pasar modal domestik ini meneruskan tren pemulihan dari sesi penutupan sebelumnya yang berada di level 6.091,39. Kenaikan indeks memberikan sinyal optimisme bagi para pelaku pasar di tengah dinamika transaksi harian yang terus meningkat.
Sejak bel pembukaan berbunyi di level 6.110,28, IHSG terus merangkak naik hingga sempat menyentuh titik tertinggi harian di level 6.147,64. Sementara itu, batas bawah pergerakan indeks tertahan di level 6.106,55.
Sektor Energi Pimpin Penguatan Pasar
Sektor energi menjadi motor utama yang menggerakkan IHSG pada sesi awal transaksi harian. Indeks IDX Energy tercatat menguat 0,96 persen atau bertambah 27,78 poin menuju posisi 2.923,95.
Kenaikan sektor ini ditopang oleh performa kuat sejumlah saham emiten tambang dan penyedia jasa energi nasional. Saham Indika Energy memimpin lonjakan dengan kenaikan 3,50 persen ke level 2.660.
Langkah tersebut disusul oleh Adaro Andalan Indonesia yang terangkat 3,11 persen ke posisi 9.125. Sementara itu, saham Mitrabahtera Segara Sejati ikut melesat 2,89 persen menuju level 2.850.
Daftar Saham Energi di Zona Hijau
Tren penguatan harga saham sektor energi meluas ke berbagai emiten batu bara dan pendorong sarana tambang lainnya. Para pemandag modal tampak aktif mengoleksi saham-saham berbasis komoditas tersebut.
Berikut adalah rincian saham sektor energi yang mencatatkan kinerja positif pada perdagangan pagi ini:
- Golden Energy Mines: naik 1,97 persen ke level 6.475
- Indo Tambangraya Megah: naik 1,53 persen ke level 24.825
- Raharja Energi Cepu: naik 1,48 persen ke level 4.810
- ABM Investama: naik 1,21 persen ke level 2.510
- Paragon Karya Perkasa: naik 1,04 persen ke level 3.890
- Transcoal Pacific: naik 0,97 persen ke level 5.200
- Baramulti Suksessarana: naik 0,94 persen ke level 4.290
- Petrosea: naik 0,65 persen ke level 4.630
- Alamtri Resources Indonesia: naik 0,41 persen ke level 2.460
- Prima Andalan Mandiri: naik 0,28 persen ke level 3.600
Pergerakan Saham Energi Yang Tertahan
Kendati mayoritas saham energi menguat, beberapa emiten justru mencatatkan koreksi tipis pada sesi yang sama. Saham Bayan Resources melemah 1,03 persen ke posisi 12.025, disusul Super Energy yang turun 0,72 persen ke level 2.760.
Di sisi lain, saham Bukit Asam bergerak stagnan tanpa perubahan di level 2.330 per lembar saham. Perbedaan arah pergerakan ini mencerminkan dinamika transaksi yang selektif dari para investor di lantai bursa.
Secara keseluruhan, apresiasi IHSG yang ditopang oleh penguatan dominan saham-saham energi memberikan gambaran positif bagi iklim investasi pasar modal Indonesia. Pelaku pasar diproyeksikan akan terus mencermati pergerakan harga komoditas global dan laporan kinerja emiten sebagai tolok ukur keputusan transaksi hingga penutupan perdagangan.