IHSG SESI I Hari Ini 29 Juli Anjlok Akibat Tekanan Mayoritas Sektor Pasar

IHSG di Bursa Efek Indonesia melemah 0,6 persen ke level 6.093,5 pada sesi pertama perdagangan akibat tekanan mayoritas sektor.

Terkini24.id Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok ke zona merah hingga jeda perdagangan sesi pertama di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kondisi ini memaksa investor mewaspadai tekanan jual yang melanda hampir seluruh sektor emiten.

Pelemahan bursa domestik ini mencerminkan tingginya volatilitas pasar keuangan yang dipengaruhi sentimen eksternal dan internal. Investor harus memantau pergerakan portofolio secara cermat di tengah fluktuasi tajam perdagangan harian.

Berdasarkan data perdagangan, indeks terkoreksi 36,9 poin atau 0,6 persen ke posisi 6.093,5. Sebanyak 489 saham tercatat melemah, sementara 184 saham menguat, dan 292 saham stagnan dengan nilai transaksi mencapai Rp16,8 triliun.

Performa Sektor Pasar

Dari sisi sektoral, sektor kesehatan menjadi satu-satunya lini yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis 0,02 persen. Sebaliknya, tekanan masif menghantam sektor properti yang merosot hingga 2,6 persen.

Pelemahan juga menjangkiti sektor infrastruktur sebesar 1,5 persen dan sektor perindustrian turun 1,39 persen. Di tengah tekanan tersebut, sejumlah saham unggulan LQ45 seperti BRPT dan MAPI tetap mencatatkan penguatan positif.

Deretan Top Gainers

Meskipun indeks merosot, sejumlah emiten berhasil membukukan kenaikan signifikan dan memimpin daftar top gainers. Berikut adalah deretan saham dengan penguatan tertinggi:

  • PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) melonjak 27,7 persen ke level Rp115.
  • PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) melesat 18,18 persen ke posisi Rp338.
  • PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) naik 13,8 persen menjadi Rp173.
  • PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI) menguat 13,2 persen ke Rp274.
  • PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI) meningkat 10,5 persen ke level Rp230.

Daftar Saham Terlemah

Sebaliknya, tekanan jual terberat dialami oleh beberapa emiten yang mencatatkan penurunan terdalam pada sesi pertama. Berikut adalah jajaran saham yang mengalami koreksi terbesar:

  • PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) merosot 14,8 persen ke Rp276.
  • PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) turun 14,2 persen ke Rp10.525.
  • PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) terkoreksi 13,3 persen ke Rp194.
  • PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) melemah 10 persen ke Rp250.
  • PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) turun 9,3 persen ke Rp290.

Dinamika pasar saham hari ini menegaskan pentingnya manajemen risiko bagi para pelaku modal. Investor disarankan tetap rasional membaca sinyal pasar guna meminimalkan kerugian di tengah fluktuasi lanjutan.