Terkini24.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Selasa (28/7/2026) dibuka melemah 0,17 persen atau 10,58 poin ke posisi 6.175,20. Angka tersebut lebih rendah dari penutupan sesi sebelumnya yang berada di level 6.185,78.
Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 09.00 WIB, indeks bergerak di rentang 6.169,28 hingga 6.191,89. Aktivitas perdagangan saham terpantau cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 547 miliar saham. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 231,4 triliun pada awal sesi perdagangan.
Frekuensi perdagangan mencapai 43,77 juta kali dengan kapitalisasi bursa menyentuh angka Rp 10.869 triliun. Sebanyak 238 saham bergerak naik, 163 saham turun, dan 564 saham lainnya belum berubah.
Pergerakan Indeks Lokal
Di awal sesi, pergerakan sejumlah indeks lokal turut mencatatkan pelemahan seiring kondisi bursa. Indeks LQ45 turun 0,05 persen ke posisi 612,27 pada awal perdagangan.
Indeks KOMPAS100 melemah 0,07 persen ke level 806,27, serta IDX30 turun 0,02 persen ke posisi 344,82. Indeks saham berbasis syariah juga ikut mengalami koreksi di lantai bursa. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 0,04 persen ke level 213,68.
Sementara itu, indeks Jakarta Islamic Index (JII) melemah 0,12 persen ke posisi 369,33.
Saham Unggulan Variatif
Saham-saham unggulan di Indeks LQ45 terpantau bergerak secara variatif pada awal sesi perdagangan hari ini. Sejumlah emiten pertambangan mengalami tekanan di awal pembukaan pasar.
- Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 1,01 persen ke level 2.940.
- Saham PT Amman Mineral (AMMN) melemah 0,74 persen ke posisi 4.000.
- Saham PT Alamtri Resources (ADRO) turun 0,4 persen ke posisi 2.510.
- Saham PT Adaro Andalan Indonesia (AADI) menguat 0,83 persen ke level 9.075.
- Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 0,29 persen ke posisi 1.730.
- Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 2 poin ke level 172.
Sementara itu, saham sejumlah perbankan besar bergerak melemah pada pembukaan bursa pagi ini. Saham PT Bank Central Asia (BBCA) turun 0,79 persen ke level 6.250. Saham PT Bank Tabungan Negara (BBTN) turun 0,41 persen ke posisi 1.215.
Di sisi lain, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan PT Bank Mandiri (BMRI) dibuka stagnan.
Fluktuasi yang terjadi pada awal perdagangan ini mencerminkan dinamika pasar keuangan yang masih terus mencari arah.
Pelaku pasar diimbau untuk tetap mencermati pergerakan fundamental emiten guna meminimalkan risiko investasi di tengah ketidakpastian global maupun domestik.