Terkini24.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia dibuka melemah 10,63 poin atau 0,17 persen ke posisi 6.185,80 pada perdagangan Senin (27/7). Pelemahan ini terjadi di tengah sikap wait and see pelaku pasar terhadap pertemuan Bank Sentral AS The Fed serta transisi kepemimpinan di Bank Indonesia.
Investor perlu mencermati dinamika ini karena perubahan kepemimpinan bank sentral dan arah suku bunga global berdampak langsung pada stabilitas nilai tukar Rupiah serta portofolio investasi. Di tengah transisi tersebut, penunjukan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai Pelaksana Tugas Gubernur memberikan sinyal kepastian moneter yang terjaga.
Pergerakan Saham Domestik
Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turut mengalami koreksi sebesar 2,07 poin atau 0,34 persen ke posisi 612,72. Pengamat pasar modal Hendra Wardana menyatakan tekanan tersebut masih dalam batas wajar sebagai respons atas dinamika pasar.
“IHSG diperkirakan bergerak cenderung melemah dengan kisaran support di level 6.060 dan resistance di level 6.300. Selama IHSG masih bertahan di atas area support 6.060, tekanan yang terjadi diperkirakan masih berupa koreksi yang wajar sebagai respons atas sentimen pasar,” ujar Hendra.
Faktor Global Minyak
Dari mancanegara, penurunan harga minyak mentah memberikan angin segar bagi pasar domestik untuk meredakan kekhawatiran inflasi. Penurunan ini sekaligus menekan risiko kenaikan biaya energi bagi sektor dunia usaha.
“Terdapat sentimen positif yang berpotensi membatasi tekanan di pasar saham. Harga minyak mentah Brent yang sebelumnya sempat mendekati level 100 dolar AS per barel kini terkoreksi sekitar 4,5 persen ke kisaran 87 dolar AS per barel,” ungkap Hendra.
Selain itu, pasar aktif memantau pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada 28-29 Juli 2026. Pelaku pasar turut mengamati kebijakan Bank of Japan, Bank of England, serta rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat dan China.
Transisi Pimpinan BI
Di dalam negeri, pengunduran diri Perry Warjiyo dari kursi Gubernur Bank Indonesia menjadi sorotan utama yang memengaruhi psikologis pasar. Kehadiran Destry Damayanti sebagai Pelaksana Tugas Gubernur berhasil meredakan kekhawatiran investor terhadap kelangsungan kebijakan moneter.
“Hal tersebut juga tercermin dari pergerakan rupiah yang masih relatif stabil di kisaran Rp17.953 per dolar AS atau melemah sekitar 0,23 persen, sehingga menunjukkan bahwa pasar belum bereaksi secara berlebihan terhadap kabar tersebut,” jelas Hendra.
Bursa Saham Regional
Kondisi bursa saham global dan regional pada perdagangan sebelumnya menunjukkan pergerakan yang variatif merespons sentimen ekonomi global. Berikut adalah catatan pergerakan bursa saham regional Asia:
- Indeks Nikkei menguat 0,10 persen ke 64.578,00.
- Indeks Shanghai menguat 0,18 persen ke 3.820,45.
- Indeks Hang Seng menguat 0,23 persen ke 25.019,72.
- Indeks Kospi melemah 1,18 persen ke 6.611,93.
- Indeks Strait Times melemah 0,27 persen ke 5.572,94.
Secara keseluruhan, stabilitas nilai tukar Rupiah dan terjaganya kesinambungan kebijakan moneter di bawah kepemimpinan sementara Bank Indonesia mampu meredam kepanikan investor di tengah ketidakpastian pasar global yang tinggi.