Terkini24.id – Dua sekuritas besar, Mandiri Sekuritas dan Macquarie Sekuritas, melancarkan aksi jual saham BBCA secara masif pada perdagangan pasar reguler. Tekanan jual tersebut mendorong harga saham PT Bank Central Asia Tbk terkoreksi 3,46 persen hingga menyentuh level Rp6.275 per saham. Penurunan ini mencatatkan titik terendah harian bagi pergerakan emiten perbankan tersebut di Bursa Efek Indonesia.
Aksi pelepasan aset oleh para pelaku pasar ini dipicu oleh tindakan ambil untung (profit taking). Investor memanfaatkan momentum kenaikan harga saham emiten yang sempat melonjak lebih dari 15 persen sepanjang bulan berjalan.
Dominasi Mandiri Sekuritas dan Macquarie Sekuritas
Transaksi bersih (net value) penjualan terbesar dicatatkan oleh Mandiri Sekuritas dengan nilai mencapai Rp281,54 miliar. Perusahaan sekuritas berkode CC tersebut melepas saham pada harga rata-rata Rp6.351 per lembar.
Sementara itu, Macquarie Sekuritas menempati urutan kedua penjual terbanyak dengan nilai transaksi bersih Rp163,22 miliar. Broker berkode RX ini melego saham perseroan pada harga rata-rata Rp6.368 per lembar.
Langkah pelepasan saham ini secara langsung menahan laju pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di bursa domestik. Para pelaku pasar memilih mengamankan kapitalisasi hasil kenaikan harga sebelumnya.
Rincian Lima Sekuritas Pelepas Saham Terbanyak
Sejumlah perusahaan perantara pedagang efek lain turut mencatatkan aksi jual bersih pada emiten perbankan swasta terbesar ini.
Berikut daftar lima sekuritas dengan nilai pelepasan bersih saham terbesar:
- Mandiri Sekuritas: Transaksi bersih Rp281,54 miliar (harga rata-rata Rp6.351 per saham)
- Macquarie Sekuritas: Transaksi bersih Rp163,22 miliar (harga rata-rata Rp6.368 per saham)
- Sucor Sekuritas: Transaksi bersih Rp63,96 miliar (harga rata-rata Rp6.335 per saham)
- UBS Sekuritas: Transaksi bersih Rp61,16 miliar (harga rata-rata Rp6.360 per saham)
- Maybank Sekuritas: Transaksi bersih Rp59,67 miliar (harga rata-rata Rp6.371 per saham)
Seluruh transaksi pelepasan saham tersebut mencerminkan sikap kehati-hatian investor dalam merespons dinamika pergerakan pasar keuangan nasional.