Terkini24.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat dan merosot tajam pada akhir perdagangan sesi pertama, Jumat (24/7/2026). Investor perlu mencermati pergerakan pasar ini karena koreksi signifikan tersebut dipicu oleh aksi jual bersih yang masif oleh investor asing di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan data RTI Business, IHSG melemah 110,67 poin atau terkoreksi 1,75 persen ke level 6.204.
Kondisi ini memperlihatkan tren negatif di tengah tingginya volatilitas pasar keuangan domestik, yang memaksa indeks bergerak di zona merah sepanjang sesi perdagangan pagi hingga siang hari.
Rincian Pergerakan dan Tekanan Asing
Sepanjang sesi pertama, pergerakan indeks sepenuhnya tertahan di zona merah tanpa mampu menyentuh area positif. Level tertinggi harian tercatat pada posisi 6.268, sementara titik terendah menyentuh 6.161 akibat derasnya aksi ambil untung.
Sebanyak 594 saham terpantau melemah, mendominasi pasar dibandingkan 80 saham yang menguat dan 115 saham lainnya berada dalam posisi stagnan. Total kapitalisasi pasar di bursa domestik tercatat sebesar Rp10.893,766 triliun pada penutupan siang ini. Volume perdagangan mencapai 24,60 miliar saham dengan nilai transaksi menyentuh Rp10,51 triliun dari 1,45 juta frekuensi perdagangan.
Tekanan utama pasar bersumber dari aksi jual bersih oleh investor asing yang membukukan angka Rp1,22 triliun secara keseluruhan.
Komposisi Partisipasi Pasar
Meskipun tekanan jual asing cukup besar, partisipasi investor domestik tetap mendominasi aktivitas perdagangan bursa secara keseluruhan. Dominasi tersebut tercermin jelas dari volume, nilai, serta frekuensi transaksi harian.
Berikut adalah catatan partisipasi pasar berdasarkan data bursa:
- Volume perdagangan total mencapai 63,3 miliar saham, di mana investor domestik menguasai 81,79 persen atau 51,77 miliar saham, sedangkan asing 18,21 persen atau 11,53 miliar saham.
- Nilai transaksi total menyentuh Rp23,9 triliun, dengan rincian pembelian investor domestik sebesar Rp18,1 triliun (72,99 persen) dan asing sebesar Rp5,9 triliun (27,01 persen).
- Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 3.188.552 kali transaksi, dengan investor domestik mendominasi porsi 85,94 persen atau sekitar 2,74 juta kali transaksi.