Terkini24.id – Performa keuangan emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk berhasil mengukir catatan manis pada pertengahan tahun ini. Perusahaan berkode saham GOTO ini resmi membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp607 miliar sepanjang semester I-2026.
Pencapaian positif tersebut diumumkan langsung dalam publikasi laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 29 Juli 2026.
Perputaran Performa Dari Posisi Minus
Kinerja keuangan terbaru ini menandai momen pemulihan yang sangat signifikan bagi perseroan. Pada periode yang sama tahun 2025 lalu, perusahaan masih mencatatkan rugi bersih yang membengkak sebesar Rp580 miliar.
Pembalikan arah keuangan menuju zona hijau ini didorong penuh oleh kenaikan performa dari seluruh lini unit bisnis. Pertumbuhan bisnis yang merata membuat pendapatan bersih perusahaan melesat hingga 28,4 persen.
Lonjakan Pendapatan Di Seluruh Segmen
Hingga penutupan Juni 2026, total pendapatan bersih perusahaan berhasil menembus angka Rp10,99 triliun. Angka ini naik tajam jika dibandingkan dengan perolehan semester I tahun lalu yang berada di angka Rp8,56 triliun.
Lini jasa pengiriman kembali menjadi kontributor utama dengan menyumbangkan nilai pendapatan sebesar Rp3,2 triliun, tumbuh 16,5 persen. Posisi berikutnya disusul oleh imbalan jasa yang menyumbang Rp3,15 triliun serta pendapatan dari sektor pinjaman sebesar Rp2,71 triliun.
Pertumbuhan Fitur Dan Bisnis Layanan
Sektor pinjaman mencatatkan lompatan paling signifikan dengan tingkat pertumbuhan mencapai 65 persen. Selain itu, pundi-pundi pendapatan e-commerce service fee dari PT Tokopedia turut menyumbang Rp551 miliar.
Pendapatan dari sektor iklan juga ikut melaju dengan sumbangan mencapai Rp254 miliar. Sementara itu, pendapatan dari kategori lain-lain berhasil melejit 46,5 persen hingga menyentuh angka Rp1,13 triliun.
Penguatan Posisi Kas Dan Aset
Pertumbuhan deras di berbagai segmen ini sukses mendorong laba usaha perseroan melonjak hingga angka Rp782 miliar. Hasil tersebut membalikkan kondisi operasional yang sebelumnya sempat mengalami kerugian usaha sebesar Rp172 miliar.
Kondisi neraca keuangan perusahan juga tercatat semakin kuat jika dibandingkan dengan posisi akhir Desember 2025. Total aset perusahaan kini naik 3,8 persen menjadi Rp47,48 triliun dengan ketersediaan kas dan setara kas mencapai Rp23,46 triliun.
Pencapaian kinerja keuangan yang kembali menghijau ini mempertegas tren efisiensi serta pemulihan fundamental bisnis perseroan secara berkelanjutan sepanjang tahun 2026.