IHSG Hari Ini Menguat 53 poin Ditopang Investor Asing

IHSG menguat 53 poin ke level 6.228 pada sesi pertama perdagangan, ditopang aksi beli investor asing di tengah bayang-bayang konflik global.

TERKINI24.IDIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan sebesar 53 poin atau 0,86 persen ke level 6.228 pada sesi pertama perdagangan Senin (20/7/2026). Kenaikan indeks domestik ini terjadi di tengah bayang-bayang sentimen global yang masih dibayangi oleh eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Penguatan bursa saham dalam negeri didorong oleh kembalinya minat beli investor asing yang mulai masuk ke pasar keuangan domestik. Meskipun bursa saham regional Asia bergerak bervariasi, pasar saham Indonesia mampu bertahan di zona hijau pada awal pekan ini.

Analisis Pasar Global dan Konflik Timur Tengah

Pilarmas Investindo Sekuritas menilai bahwa pergerakan bursa saham Asia cenderung bervariasi karena para pelaku pasar masih mencermati perkembangan geopolitik. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu fokus utama yang diamati oleh para investor global saat ini.

Eskalasi perselisihan tersebut dikhawatirkan dapat memicu gangguan ekonomi lanjutan serta mendongkrak laju inflasi dunia. Kondisi ini membuat bank-bank sentral di berbagai negara berpotensi mempertahankan kebijakan pengetatan moneter.

“Perselisihan AS dan Iran telah meluas hingga menyasar infrastruktur penting. Kondisi ini mendorong pengiriman melalui Selat Hormuz terganggu, sehingga harga minyak melonjak dan meningkatkan kekhawatiran inflasi global,” tulis Pilarmas dalam risetnya pada Senin (20/7/2026).

Lonjakan harga energi akibat terganggunya distribusi minyak mentah dunia memberikan tekanan tersendiri bagi pasar keuangan. Para pelaku pasar terus memantau dampak lanjutan dari kenaikan biaya energi terhadap stabilitas makroekonomi global.

Kebijakan Ekonomi China dan Stimulus Fiskal

Selain konflik geopolitik, para pelaku pasar global juga mengarahkan perhatian pada arah kebijakan moneter yang ditempuh oleh pemerintah China. Bank Sentral China (PBOC) secara resmi memutuskan untuk mempertahankan suku bunga pinjaman utama.

Suku bunga pinjaman utama atau Loan Prime Rate (LPR) tenor satu tahun tetap berada di level 3 persen. Sementara itu, LPR untuk tenor lima tahun dipertahankan pada level 3,5 persen.

Keputusan tersebut diambil setelah data resmi menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi China pada kuartal II-2026 berada di bawah ekspektasi pasar. Saat ini, para investor sedang menantikan hasil pertemuan Politbiro China guna mencari sinyal tambahan stimulus fiskal dan moneter.

Sentimen Positif Domestik dan Aliran Dana Asing

Di tengah berbagai tekanan eksternal tersebut, pasar saham domestik mendapatkan sokongan dari sejumlah sentimen positif internal. Salah satu penopang utama penguatan indeks adalah kembalinya aliran modal asing ke lantai bursa Indonesia.

Berdasarkan data perdagangan pada akhir pekan lalu, investor asing tercatat membukukan aksi beli bersih atau net buy sebesar Rp725,11 miliar di pasar reguler. Masuknya dana asing ini memberikan dorongan likuiditas yang cukup berarti bagi pasar saham nasional.

“Meski masih terbatas, aksi beli tersebut menunjukkan investor asing mulai kembali memanfaatkan valuasi saham Indonesia yang dinilai menarik melalui strategi bargain hunting,” tambah Pilarmas.

Selain aliran dana asing, sentimen positif juga diperkuat oleh data makroekonomi domestik yang dirilis oleh Bank Indonesia. Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha menunjukkan bahwa Prompt Manufacturing Index (PMI) BI pada kuartal II-2026 berada di level 51,43 persen.

Angka tersebut mengindikasikan bahwa sektor manufaktur nasional masih berada dalam fase ekspansi yang solid. Hal ini mencerminkan aktivitas dunia usaha yang tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian global.

Daftar Saham Unggulan dan Rekomendasi Sesi Perdagangan

Pada sesi pertama perdagangan, pergerakan saham di bursa menunjukkan variasi yang cukup dinamis antara jajaran saham pencetak penguatan tertinggi dan saham yang mengalami koreksi terdalam.

  • Saham Penguatan Tertinggi: OMRE, RISE, FWCT, SQMI, dan KOKA.
  • Saham Koreksi Terdalam: JELI, PRDL, MAPB, ASMI, dan RBMS.

Sementara itu, Pilarmas Investindo Sekuritas turut menyampaikan pandangan teknikal untuk saham pilihan yang dapat dicermati oleh para pelaku pasar. Analis memberikan rekomendasi beli untuk salah satu emiten perbankan besar di Indonesia.

  • Rekomendasi Saham: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan level support 2.930 dan resistance 3.310.

Penguatan IHSG pada sesi pertama perdagangan Senin (20/7/2026) menunjukkan ketahanan pasar saham domestik di tengah ketidakpastian global. Masuknya investor asing serta terjaganya indikator manufaktur nasional menjadi motor penggerak utama yang menjaga optimisme investor di pasar keuangan Indonesia.