IHSG Hari Ini Ditutup Melonjak Naik 1,10%, Cek Pergerakan Saham Ini

IHSG hari ini ditutup menguat 1,10 persen ke level 6.175,53 di Bursa Efek Indonesia berkat topangan kuat dari saham sektor keuangan.

TERKINI24.ID – Laju Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG hari ini mencatatkan performa positif dengan berakhir di zona hijau pada penutupan perdagangan akhir pekan. Data dari Bursa Efek Indonesia menunjukkan indeks utama tersebut mengalami kenaikan sebesar 67,32 poin atau setara dengan 1,10 persen. Pergerakan ini menempatkan indeks pada posisi 6.175,53 pada hari Jumat, 17 Juli 2026.

Aktivitas pasar modal domestik sepanjang hari ini didominasi oleh pergerakan yang dinamis sejak bel pembukaan dimulai. Lonjakan pada subsektor finansial menjadi faktor pendorong utama yang membuat IHSG hari ini mampu bertahan di zona apresiasi. Sektor perbankan kakap serta emiten berkapitalisasi jumbo menjadi motor penggerak yang meredam tekanan eksternal.

Dinamika Pergerakan Nilai Saham Harian

Pada awal pembukaan perdagangan pagi hari, indeks acuan nasional ini bertengger pada posisi awal sebesar 6.112,84. Fluktuasi harga saham langsung terjadi secara masif akibat tekanan jual awal dari para pelaku pasar. Kondisi tersebut sempat menyeret posisi indeks ke titik paling rendah sepanjang hari yang berada pada level 6.079,32.

Kendati sempat mengalami koreksi ke zona merah, daya beli investor domestik segera bangkit kembali untuk menopang pergerakan indeks. Aksi beli terhadap saham unggulan mendorong grafik pergerakan merangkak naik secara signifikan. Sebelum lonjakan tersebut sedikit mereda jelang penutupan, indeks bahkan sempat menyentuh level tertinggi hariannya di angka 6.192,66.

Data Volume dan Nilai Perdagangan Pasar Modal

Aktivitas jual beli instrumen investasi di lantai bursa terpantau berlangsung dengan intensitas yang tergolong ramai. Berdasarkan laporan data transaksi akhir, jumlah saham yang berpindah tangan antar-investor mencapai volume sebesar 23,67 miliar lembar saham. Perputaran dana likuid yang tercipta dari keseluruhan aktivitas perdagangan tersebut menembus angka sebesar Rp 16,03 triliun.

Laju frekuensi perpindahan instrumen saham di pasar sekunder dibukukan sebanyak 1,982 juta kali transaksi sepanjang sesi berlangsung. Akumulasi dari penguatan harga saham ini juga mendongkrak total nilai kapitalisasi pasar domestik hingga menyentuh Rp 10.748 triliun. Secara menyeluruh, dinamika pergerakan harga saham di papan perdagangan memperlihatkan dominasi yang condong pada tren positif.

Tercatat sebanyak 363 jenis saham yang sukses menutup hari dengan mencatatkan peningkatan harga dibandingkan hari sebelumnya. Di sisi lain, terdapat 274 jenis saham yang terpaksa berakhir di zona pelemahan akibat aksi ambil untung pelaku pasar. Sementara itu, sebanyak 328 emiten lainnya memilih bergerak mendatar atau stagnan tanpa mengalami perubahan nilai yang berarti.

Catatan Kinerja Indeks Saham Unggulan

Pergerakan IHSG Hari Ini di BEI
Pergerakan IHSG Hari Ini di BEI

Tren penguatan yang melanda pasar modal dalam negeri ini turut memberikan dampak positif bagi sejumlah indeks saham spesifik. Indeks LQ45 yang berisi saham dengan likuiditas tinggi sukses mencatatkan lonjakan kinerja sebesar 2,19 persen menuju level 621,91. Langkah serupa diikuti oleh indeks IDX30 yang melompat naik sebesar 2,34 persen hingga mendarat pada posisi 351,50.

Performa positif juga ditunjukkan oleh indeks KOMPAS100 yang berhasil mempertebal nilainya sebesar 1,59 persen ke angka 814,07. Bagi kelompok saham berbasis syariah, Jakarta Islamic Index atau JII terpantau membukukan kenaikan sebesar 0,57 persen menuju 366,95. Papan indeks ISSI mengalami peningkatan sebesar 0,18 persen ke level 211,71, disusul indeks JII70 yang naik 0,29 persen ke posisi 142,80.

Daftar Saham Paling Untung di Kelompok LQ45

Peningkatan performa pasar domestik secara masif tidak lepas dari peran emiten berkapitalisasi besar yang memimpin antrean penguatan. Saham papan atas di kelompok likuid menjadi tumpuan utama investor dalam mengamankan portofolio mereka. Peningkatan harga dari emiten subsektor kesehatan dan infrastruktur menopang pergerakan secara penuh.

Berikut daftar emiten dalam kelompok saham unggulan LQ45 yang membukukan performa terbaik:

  • PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) melonjak 5,56 persen ke level Rp 760 per saham.
  • PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) naik 5,14 persen menjadi Rp 2.660 per saham.
  • PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) meningkat 5,13 persen ke Rp 410 per saham.
  • PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menguat 4,13 persen ke Rp 1.260 per saham.
  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) bertambah 4,02 persen menjadi Rp 6.475 per saham.

Daftar Saham Mengalami Penurunan di Kelompok LQ45

Di tengah semaraknya aksi beli, sebagian emiten papan atas justru harus rela terperosok ke dalam zona koreksi negatif. Tekanan jual yang tinggi pada subsektor energi dan komoditas menjadi pemicu utama penurunan harga sejumlah saham likuid. Para pemilik modal cenderung melakukan penyesuaian aset sehingga menekan nilai pasar beberapa emiten komoditas.

Berikut jajaran saham di kelompok LQ45 yang mengalami koreksi harga paling dalam pada akhir pekan:

  • PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melemah 2,77 persen ke level Rp 1.230 per saham.
  • PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) terkoreksi 2,55 persen menjadi Rp 1.910 per saham.
  • PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) turun 2,24 persen ke Rp 7.625 per saham.
  • PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) menyusut 2,21 persen menjadi Rp 1.995 per saham.
  • PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) tertekan 1,90 persen ke Rp 206 per saham.

Pemetaan Kinerja Berdasarkan Sektor Industri

Peninjauan menyeluruh terhadap kondisi sektoral menunjukkan bahwa mayoritas kelompok industri di lantai bursa berhasil menorehkan rapor hijau. Sektor industri keuangan tampil perkasa sebagai fondasi penopang utama pergerakan indeks dengan lonjakan sebesar 2,34 persen ke angka 1.367,50. Penguatan ini diikuti oleh sektor industri siklikal yang mampu merangkak naik sebesar 0,80 persen pada penutupan.

Kelompok saham dari sektor industri kesehatan juga mengamankan posisi positif dengan mencatatkan penguatan sebesar 0,67 persen. Sektor industri properti tidak mau ketinggalan dengan membukukan pertambahan nilai pasar sebesar 0,38 persen dari posisi sebelumnya. Sektor industri barang konsumsi primer turut menyumbang tren positif setelah mencatat kenaikan tipis sebesar 0,28 persen.

Selanjutnya, performa dari sektor industri infrastruktur juga terpantau bergerak naik ke zona hijau sebesar 0,26 persen. Kelompok saham yang berada di bawah naungan sektor industri transportasi mengalami penguatan marginal dengan tumbuh sebesar 0,11 persen. Meskipun demikian, dinamika pasar mencatat masih ada beberapa sektor yang terjerembab di zona merah akibat tekanan jual.

Berikut rincian performa kelompok sektor industri yang menutup perdagangan di zona negatif:

  • Sektor industri bahan baku mencatatkan penurunan paling dalam sebesar 0,50 persen.
  • Sektor industri perindustrian mengekor di zona merah setelah melemah 0,45 persen.
  • Sektor industri teknologi harus rela tergerus nilainya akibat koreksi 0,25 persen.
  • Sektor industri energi mengalami penurunan tipis di akhir sesi sebesar 0,11 persen.

Kombinasi performa apik dari sektor industri keuangan dan deretan perbankan raksasa sukses menjadi penyelamat pergerakan pasar modal dalam negeri. Kekuatan beli pada saham kelas berat tersebut terbukti ampuh meredam dampak buruk dari koreksi sektor komoditas. Alhasil, indeks acuan domestik tetap mampu menyudahi perdagangan harian dengan bercokol secara meyakinkan di area hijau.

Perbandingan Kondisi Pasar Saham Regional Asia

Pencapaian gemilang yang ditorehkan oleh pasar modal domestik berbanding terbalik dengan situasi riil di kawasan regional Asia. Mayoritas indeks acuan di berbagai negara tetangga justru terpantau mengalami kejatuhan nilai yang terhitung sangat dalam. Ketidakpastian sentimen global memicu gelombang aksi jual massal yang melanda hampir seluruh bursa saham utama Asia.

Berikut catatan performa sejumlah indeks saham utama di kawasan Asia pada penutupan hari ini:

  • Indeks KOSPI di Korea Selatan ambles paling dalam sebesar 6,37 persen ke level 6.820,60.
  • Indeks Nikkei 225 di Jepang merosot tajam hingga 4,03 persen menjadi 64.141,12.
  • Indeks SSE Composite di China tertekan di zona merah sebesar 3,05 persen menuju posisi 3.764,15.
  • Indeks Hang Seng di Hong Kong turut mengalami koreksi sebesar 1,78 persen ke level 24.562,24.
  • Indeks S&P/ASX 200 di Australia mencatatkan pelemahan terbatas sebesar 0,50 persen menjadi 8.796,70.
  • Indeks Asia Dow menutup hari dengan melemah sebesar 1,04 persen hingga mendarat pada level 6.311,60.

Penguatan meyakinkan pada penutupan IHSG hari ini membuktikan daya tahan pasar modal dalam negeri di tengah gempuran tren negatif regional. Aksi beli masif pada emiten keuangan dan kapitalisasi pasar raksasa berhasil menjadi penentu utama bertahannya indeks di zona hijau. Ke depan, konsistensi aliran modal masuk pada sektor perbankan diharapkan mampu mempertahankan stabilitas perekonomian nasional dari fluktuasi global.