Saham RANS Milik Raffi Ahmad Melonjak hingga Batas ARA Setelah IPO

IPO Saham RANS
IPO Saham RANS

PT RANS Entertainment Indonesia Tbk resmi melantai di pasar modal domestik pada perdagangan menjelang akhir pekan. Perusahaan media berbasis kreator milik selebritas Raffi Ahmad ini melepas sebanyak 2.525.000.000 lembar saham baru kepada publik. Langkah penawaran umum perdana atau IPO tersebut membuat pergerakan Saham RANS langsung menarik perhatian pelaku pasar di hari pertamanya.

Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, nilai instrumen investasi ini terpantau langsung melesat tajam sebesar 34,12 persen. Kenaikan tersebut membawa harganya meroket dari angka penawaran awal Rp170 menjadi Rp228 per lembar.

Lonjakan signifikan ini membuat perdagangan saham tersebut langsung menyentuh pembatasan Auto Rejection Atas (ARA) yang berlaku di lantai bursa. Otoritas menetapkan batas atas maksimal sebesar 35 persen untuk kelompok harga saham di rentang Rp50 hingga Rp200.

Target Perolehan Dana dan Respon Pasar

Melalui aksi korporasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini, perseroan berhasil mengumpulkan total modal baru mencapai Rp429,25 miar. Jumlah saham yang disebarluaskan tersebut setara dengan 20,02 persen dari keseluruhan modal yang ditempatkan dan disetor penuh perusahaan. Minat para investor terhadap emiten baru ini tergolong sangat masif sejak awal dibukanya masa penawaran umum.

Pihak manajemen mengklaim bahwa pemesanan efek mereka mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed. Fenomena ini terjadi seiring tingginya partisipasi publik yang melibatkan hampir satu juta pelaku pasar modal dalam antrean pemesanan. Keberhasilan pencatatan ini menandai tonggak sejarah baru bagi industri kreatif nasional untuk masuk ke ranah investasi publik formal.

Pernyataan Manajemen dan Visi Ekosistem

Direktur Utama perseroan, Nagita Slavina, tidak dapat membendung rasa haru hingga meneteskan air mata saat menyampaikan kata sambutan di Jakarta, Jumat (10/7). Ia menegaskan bahwa unit usaha yang dirintis bersama sang suami kini telah berkembang menjadi entitas yang sangat besar. Ekosistem bisnis hiburan ini dinilai telah melampaui figur popularitas mereka berdua selaku pendiri utama.

Nagita menjabarkan pandangannya mengenai arah pengembangan korporasi ke depan di hadapan para undangan pencatatan perdana.

“Perusahaan ini yang kami bangun jauh lebih besar daripada dua orang. Yang kami bangun bukan sekedar perusahaan media, yang kami bangun adalah sebuah ekosistem yang berkesinambungan menghasilkan intellectual property, produk, event, komunitas dengan mengadopsi teknologi terbaru,” ujar Nagita.

Ia juga menambahkan apresiasi mendalam kepada seluruh pendukung setianya di tanah air.

“Terlebih lagi hari ini milik masyarakat Indonesia yang sejak awal percaya bahwa kreatifitas Indonesia memiliki nilai yang jauh lebih besar dari sekadar jumlah penonton,” lanjutnya.

Rincian Alokasi Belanja Modal Perusahaan

Seluruh aliran dana segar yang didapatkan dari publik akan dialokasikan guna mendanai rencana ekspansi jangka panjang perseroan. Manajemen telah merancang peta pembagian dana secara mendetail untuk menyokong berbagai lini bisnis baru.

Berikut adalah rincian rencana pemanfaatan modal hasil IPO yang akan dilakukan oleh perusahaan:

  • Alokasi sebesar 37,61 persen atau senilai Rp161,5 miliar akan digunakan sebagai pembiayaan pelaksanaan berbagai pergelaran konser musik.
  • Porsi sebanyak 19,80 persen atau setara Rp85 miliar disiapkan untuk mendanai akuisisi 51 persen saham PT Rans Kosmetika Indonesia.
  • Dana sebesar 18,64 persen atau setara Rp80 miliar diarahkan bagi pembangunan kawasan bermain dan edukasi anak Cipungland.
  • Komponen sebanyak 8,15 persen atau senilai Rp35 miliar ditujukan untuk investasi usaha patungan teknologi kecerdasan buatan bersama PT Feedloop Global Teknologi.
  • Sebesar 6,98 persen atau senilai Rp29,95 miliar dimanfaatkan untuk melunasi sebagian kewajiban fasilitas kredit investasi perusahaan.
  • Sisa dana sebesar 8,82 persen atau senilai Rp37,8 miliar akan disalurkan guna memperkuat modal kerja operasional PT Rans Nikmat Sejahtera.

Dampak Emiten Baru bagi Industri Hiburan

Kehadiran Saham RANS di papan perdagangan bursa menjadi preseden baru bagi perkembangan industri hiburan berbasis hak kekayaan intelektual di Indonesia. Keberhasilan korporasi ini diharapkan mampu memicu perusahaan kreatif lokal lainnya untuk mengambil langkah serupa dalam memperkuat struktur permodalan mereka melalui pasar modal terbuka.