Daftar Isi Artikel
Halo para pencinta sepak bola! Lionel Messi kembali menegaskan statusnya sebagai pemain terbaik dunia setelah membawa Argentina melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026. Dalam duel sengit kontra Mesir, sang kapten memastikan kemenangan dramatis 3-2 bagi timnya sekaligus menjaga asa juara tetap hidup.
Penampilan gemilang pemain berusia 39 tahun ini memantik pujian dari mantan penyerang Timnas Prancis, Thierry Henry. Sosok yang juga pernah menjadi rekan setim Messi di Barcelona ini bahkan menyebut performa La Pulga tidak bisa dijelaskan dengan logika manusia biasa.
Menembus Batas Logika Manusia
Henry memberikan apresiasi khusus atas kemampuan Messi dalam menentukan hasil pertandingan saat timnya berada dalam situasi terjepit. Ia menilai sang megabintang selalu hadir sebagai pembeda yang mampu mengubah alur pertandingan dengan sentuhan ajaibnya.
“Awalnya dia mengingatkan kita bahwa dia manusia. Dia manusia karena sempat gagal mengeksekusi beberapa penalti, empat dari delapan. Lalu dia kembali mengingatkan kita bahwa dia bukan manusia!” ujar Henry, seperti dikutip Fox Sports.
Pernyataan ini mencerminkan betapa besarnya dampak kehadiran Messi bagi skuad asuhan Lionel Scaloni di turnamen ini. Keberhasilannya mengonversi peluang menjadi gol saat dibutuhkan membuktikan bahwa kualitas teknis dan mentalitasnya masih berada di level tertinggi dunia.
Analogi Hollywood dalam Sepak Bola
Henry juga mengungkapkan bahwa gaya bermain Messi sering kali menyerupai alur cerita dalam film-film box office Hollywood. Ia merasa skenario kemenangan yang diciptakan Messi terkadang terasa begitu tidak nyata bagi orang yang menyaksikannya langsung.
“Kita sedang berada di kawasan Los Angeles, Culver City atau di mana pun ini, dan skenario seperti ini benar-benar seperti film Hollywood. Ada momen-momen yang terasa seolah sudah ditulis dalam naskah film, sampai-sampai Anda berpikir sutradaranya terlalu berlebihan. Namun, pria ini menulis sejarah dengan kakinya sendiri,” kata Henry.
Komentar ini merujuk pada ketepatan waktu Messi dalam mencetak gol-gol penting selama turnamen berlangsung. Kemampuannya mengendalikan tempo permainan seolah-olah ia sedang memerankan karakter utama dalam sebuah naskah yang sudah tersusun sempurna.
Kenangan Masa Kejayaan di Barcelona
Kedekatan Henry dan Messi terjalin selama tiga musim di Barcelona, yakni pada 2007 hingga 2010. Selama periode tersebut, mereka bahu-membahu meraih tujuh gelar bergengsi, termasuk treble winner bersejarah pada 2009 yang mencakup La Liga, Copa del Rey, serta Liga Champions UEFA.
Henry mengaku bahwa meski pernah bermain bersama legenda seperti Zinedine Zidane dan Ronaldinho, sosok Messi tetap memberikan impresi yang paling mendalam. Baginya, momen bermain satu lapangan dengan Messi sering kali membuatnya terkesima hingga kehilangan fokus sesaat.
“Sejujurnya, melihatnya bermain membuat saya teringat masa-masa saat kami satu tim. Saya pernah bermain bersama Zizou, Ronaldinho, dan banyak pemain hebat lainnya. Tapi saya tidak malu mengakui bahwa ketika dia mencetak beberapa gol dan saya berada di lapangan bersamanya, saya kadang berhenti satu atau dua detik hanya untuk berpikir, ‘Wow!’. Setelah itu baru saya sadar, ‘Hei, pertandingan masih berlangsung, kembali fokus!’. Itu jarang terjadi pada saya, tetapi dia memang sosok yang benar-benar unik,” ungkap Henry.
Setelah melewati adangan Mesir, Argentina kini harus bersiap menghadapi Swiss. Pertandingan babak perempat final tersebut dijadwalkan akan dihelat pada 12 Juli mendatang di Kansas City Stadium.