Daftar Isi Artikel
Panggung besar Piala Dunia 2026 akan menjadi saksi pertemuan emosional antara Kylian Mbappé dan Achraf Hakimi dalam laga perempat final yang berlangsung di Stadion Boston, Massachusetts, Kamis (9/7) pukul 22.00 waktu setempat atau Jumat (10/7), waktu Indonesia Barat.
Kedua pemain yang memiliki ikatan persahabatan erat ini akan membela negara mereka masing-masing demi memperebutkan satu tiket menuju babak semifinal turnamen sepak bola paling bergengsi sejagat raya tersebut.
Persahabatan di Dalam dan Luar Lapangan
Persahabatan antara keduanya telah terjalin sekitar lima tahun terakhir dan sering kali menjadi sorotan publik. Ikatan ini bahkan sempat terlihat saat Prancis meraih kemenangan 2-0 atas Maroko pada babak semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar.
Dalam sebuah acara The Bridge milik Aurélien Tchouaméni pada April lalu, Kylian Mbappé sempat berseloroh bahwa mereka sering mengobrol sepanjang waktu hingga merencanakan liburan bersama, bahkan ketika pertandingan sedang berlangsung di lapangan.
Keduanya pertama kali membangun kedekatan saat bermain untuk Paris Saint-Germain. Penguasaan bahasa Spanyol yang fasih dari Mbappé terbukti memudahkan proses adaptasi Achraf Hakimi di ruang ganti tim.
Mantan kiper Alexandre Letellier bahkan mengenang bahwa keduanya tampak sudah saling mengenal satu sama lain sejak awal dan dengan cepat menjadi pasangan yang tidak terpisahkan.
Menghadapi Tekanan Kasus Hukum
Di luar kemeriahan lapangan hijau, hubungan mereka juga diuji oleh situasi sulit terkait kasus hukum yang menimpa Achraf Hakimi.
Bek tersebut telah dituduh melakukan pemerkosaan sejak 2023 dan saat ini telah mengajukan banding kasasi setelah konfirmasi pada 19 Juni mengenai perujukannya ke pengadilan pidana departemen. Kylian Mbappé sempat memberikan keterangan kepada polisi dengan tujuan untuk memberikan dukungan.
Dalam keterangannya, Mbappé mendeskripsikan Achraf Hakimi sebagai sosok yang menghormati perempuan bahkan ketika sedang di bawah pengaruh alkohol, sembari menyampaikan penjelasan rekannya mengenai adanya sentuhan intim yang saling menghendaki.
Namun, pada Mei lalu, sebuah tuntutan di Nanterre menyoroti kontradiksi dengan versi Achraf Hakimi yang hanya terbatas pada tiga ciuman. Tiga tahun setelah kesaksian pertamanya, Mbappé telah menyerahkan pernyataan tertulis yang mengklarifikasi bahwa pernyataannya tidak merujuk pada sentuhan alat kelamin.
Profesionalisme di Atas Rumput Hijau
Meskipun terseret dalam dinamika hukum yang kompleks, Achraf Hakimi tetap tampak tenang. Ia merasa didukung penuh oleh suporter Maroko serta tim nasionalnya, dan menegaskan bahwa persahabatan mereka tidak berlaku ketika pertandingan sedang berjalan. Setelah kemenangan 1-0 atas Paraguay pada Sabtu lalu, Mbappé terlihat tersenyum saat diwawancarai stasiun televisi M6, mengindikasikan bahwa mereka tetap menjaga komunikasi.
Sejak kepindahan kapten Prancis tersebut ke Real Madrid pada 2024, pertemuan ini akan menjadi yang kelima kalinya bagi mereka sebagai lawan di lapangan. Sebelumnya, mereka sempat bertemu pada babak semifinal Piala Dunia Antarklub yang berakhir dengan skor 0-4 untuk kemenangan tim yang dibela Mbappé pada 9 Juli 2025.
Kini, di usia keduanya yang menginjak 27 tahun, dunia sepak bola akan kembali melihat bagaimana dua sahabat ini menanggalkan relasi pribadi demi ambisi membawa negara masing-masing melangkah lebih jauh.
Pertandingan ini diharapkan menjadi tontonan menarik bagi penggemar sepak bola dunia karena menyajikan duel taktikal sekaligus drama emosional di luar lapangan. Bagi para penonton yang ingin menyaksikan laga ini, pastikan untuk menyesuaikan waktu siaran dengan zona waktu lokal agar tidak melewatkan momen bersejarah pertemuan kedua sahabat tersebut.