JAKARTA – IHSG diprediksi melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Selasa (14/7/2026). Phintraco Sekuritas dan MNC Sekuritas memproyeksikan indeks akan menguji level resistance baru setelah sebelumnya ditutup naik pada Senin (13/7/2026).
Sentimen positif dari S&P Global Ratings terhadap peringkat kredit Indonesia menjadi katalis utama bagi pergerakan pasar.
Pada penutupan perdagangan Senin (13/7/2026), IHSG mencatatkan kenaikan 1,92 persen ke level 6.037,8. Penguatan ini terjadi di tengah dinamika nilai tukar Rupiah yang melemah 0,24 persen ke level Rp 18.109 per dolar AS pada hari yang sama.
Sentimen Peringkat Kredit Indonesia
Pasar merespons positif keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit jangka panjang Indonesia pada level BBB dan jangka pendek A-2. Prospek peringkat jangka panjang Indonesia dipastikan berada dalam kondisi stabil.
Keputusan lembaga pemeringkat internasional ini meredam kekhawatiran investor mengenai potensi penurunan peringkat.
Di sisi sektoral, barang baku mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 2,9 persen, sementara sektor kesehatan mengalami koreksi sebesar 0,26 persen.
Analisis Teknikal dan Rekomendasi Saham
Pergerakan teknikal menunjukkan penguatan IHSG yang signifikan dengan berhasil melewati level psikologis penting. Phintraco Sekuritas menyatakan optimismenya terhadap laju indeks hari ini.
“Secara teknikal, IHSG telah breakout di atas level 6.000 serta ditutup di atas level MA5, MA10 dan MA20. Selanjutnya diperkirakan IHSG berpotensi uji level resistance di 6.080-6.120,” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasan, Senin (13/7/2026).
Sementara itu, MNC Sekuritas memiliki pandangan serupa dengan rentang target penguatan yang berbeda. Mereka memproyeksikan indeks berpeluang menguji level 6.083-6.254.
Untuk sesi perdagangan Selasa (14/7/2026), MNC Sekuritas menyarankan beberapa pilihan saham untuk dicermati pelaku pasar:
- ADMR
- ANTM
- ASII
- BRMS
Keberhasilan IHSG menembus level resistance dalam perdagangan hari ini akan menjadi indikator penting bagi keberlanjutan tren penguatan jangka pendek. Investor tetap disarankan memperhatikan pergerakan nilai tukar serta sentimen global yang memengaruhi arus modal masuk ke pasar domestik.