Terkini24.id – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk memastikan pasokan baja CRC tetap terjaga di tengah status keadaan memaksa atau force majeure akibat kebakaran pabrik. Insiden yang terjadi pada 19 Juli 2026 tersebut mengganggu sebagian fasilitas pengolahan, namun manajemen langsung mengambil langkah antisipasi cepat. Pemenuhan kebutuhan industri dalam negeri menjadi prioritas utama perusahaan agar rantai pasok nasional tidak terganggu.
Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia pada Jumat, 24 Juli 2026, kebakaran tercatat melanda area produksi Continuous Tandem Cold Mill di Pabrik Cold Rolling Mill. Peristiwa tersebut berdampak langsung pada volume keluaran baja CRC Full Hard milik perseroan. Meski demikian, manajemen masih menelaah kalkulasi kerugian serta dampak operasional secara menyeluruh.
“Perseroan mengalami peristiwa keadaan memaksa diduga sehubungan kebakaran pada area produksi CTCM (Continuous Tandem Cold Mill) di Pabrik Cold Rolling Mill (CRM),” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi.
Mitigasi Operasional dan Kondisi Fasilitas Lain
Di tengah pemulihan area terdampak, operasional pada fasilitas pendukung lainnya dipastikan tetap berjalan normal tanpa hambatan berarti. Perusahaan masih memproduksi berbagai varian material melalui unit pengolahan alternatif yang tersedia di sekitar lokasi pabrik.
Berikut adalah fasilitas produksi yang tetap beroperasi normal:
- Fasilitas Batch Annealing Furnace untuk memproduksi CRC Soft.
- Fasilitas Continuous Pickling Line untuk memproduksi Hot Rolled Pickled and Oiled.
Guna mengamankan ketersediaan material di pasar domestik, perseroan membangun kolaborasi bersama produsen lain. Langkah ini diambil agar rantai pasok industri hilir tetap stabil selama proses perbaikan berlangsung.
“Perseroan memastikan suplai CRC nasional tetap terjaga dan selanjutnya Krakatau Steel melakukan langkah yang diperlukan untuk perbaikan, sehingga area produksi CTCM di Pabrik CRM dapat segera beroperasi kembali,” tulis manajemen.