Imbas Kontroversi, Starbucks Korea Tutup Seluruh Gerai Lebih Awal

Starbucks Korea Tutup Seluruh Gerai
Starbucks Korea Tutup Seluruh Gerai

Starbucks Korea mengambil langkah luar biasa dengan menutup seluruh gerainya lebih awal pada 22 Juni (22/06) mendatang. Keputusan ini diambil untuk memberikan pelatihan sejarah dan kepekaan sosial kepada seluruh karyawan setelah kampanye promosi perusahaan memicu kritik luas serta seruan boikot dari pelanggan.

Menurut perusahaan induknya, Shinsegae Group, seluruh gerai Starbucks di Korea Selatan akan menghentikan operasional pada pukul 15.00 waktu setempat. Tidak hanya karyawan di tingkat gerai, para eksekutif senior, manajer, hingga Ketua Shinsegae Group, Chung Yong-jin, juga akan mengikuti pelatihan serupa secara terpisah.

Krisis ini bermula dari promosi “Tank Day” yang digelar bulan lalu melalui program potongan harga untuk seri gelas bertema tank. Nama kampanye itu memicu kemarahan publik karena dianggap mengingatkan pada tragedi Gwangju tahun 1980, salah satu luka paling sensitif dalam sejarah modern Korea Selatan. Saat itu, pemerintah militer mengerahkan pasukan dan kendaraan tempur untuk membubarkan demonstrasi prodemokrasi yang menyebabkan ratusan warga meninggal dunia.

Kontroversi Kampanye dan Dampak Manajemen

Banyak pelanggan menilai penggunaan istilah “tank” dalam kampanye pemasaran tidak sensitif terhadap sejarah nasional. Kritik pun datang dari berbagai kalangan, termasuk tokoh politik dan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung. Meningkatnya tekanan publik membuat Ketua Chung Yong-jin menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas kontroversi yang terjadi.

Selain itu, Starbucks Korea juga melakukan perubahan di tingkat manajemen dengan memberhentikan CEO perusahaan. Langkah tersebut diambil setelah jajaran eksekutif melaporkan adanya dampak negatif terhadap pendapatan perusahaan akibat aksi boikot konsumen yang meluas.

Program pelatihan yang akan digelar pada 22/06 bertujuan meningkatkan pemahaman karyawan terhadap sejarah Korea modern dan isu-isu sosial yang sensitif. Materi pelatihan akan mencakup berbagai topik mulai dari sejarah nasional hingga isu sosial kontemporer. Perusahaan berharap langkah ini dapat mencegah kesalahan serupa di masa mendatang.

Evaluasi Mekanisme Internal Perusahaan

Shinsegae menegaskan bahwa penutupan seluruh gerai lebih awal merupakan bentuk keseriusan perusahaan dalam menanggapi insiden tersebut. Selain pelatihan, Starbucks Korea juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme internal karena adanya kelemahan dalam proses persetujuan kampanye.

Untuk memperbaiki sistem pengambilan keputusan, manajemen Starbucks Korea akan menerapkan beberapa langkah taktis. Berikut adalah prosedur baru yang akan dijalankan oleh perusahaan:

  • Menerapkan daftar pemeriksaan sensitivitas sosial yang disusun bersama para ahli eksternal.
  • Memperketat proses persetujuan kampanye melalui koordinasi lintas departemen.
  • Melibatkan tim hukum dan pengawasan kualitas dalam setiap standardisasi promosi.

Korea Selatan merupakan salah satu pasar terpenting bagi Starbucks secara global, sekaligus menjadi pasar terbesar di luar Amerika Serikat dan Tiongkok. Saat ini, jaringan ritel Shinsegae melalui E-Mart menguasai 67,5 persen saham Starbucks Korea, sementara sisa kepemilikan berada di tangan dana investasi milik pemerintah Singapura.