Terkini24.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 20,28 poin atau 0,33 persen ke level 6.254,78 pada perdagangan Selasa. Kenaikan ini didorong oleh sentimen positif dari publikasi laporan keuangan emiten kuartal II 2026 yang solid.
Penguatan IHSG terjadi di tengah perbaikan indikator ekonomi nasional, seperti manufaktur yang kembali ekspansif serta laju inflasi yang melambat. Kondisi domestik ini memberikan fondasi yang kuat bagi pergerakan saham di pasar modal.
Sektor Unggulan Topang IHSG
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim memperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan menguji area resistance pada kisaran 6.250 hingga 6.300.
“Sentimen domestik didukung oleh publikasi laporan keuangan emiten semester I 2026 yang masih mencerminkan fundamental kuat, terutama pada sektor perbankan, telekomunikasi, dan konsumsi,” ujar Ratna.
Perbaikan ekonomi juga ditunjukkan oleh Indeks PMI Manufaktur Indonesia yang naik ke level 50,2 pada Juli 2026. Selain itu, defisit neraca perdagangan Juni 2026 menyempit menjadi 450 juta dolar AS.
Sentimen Pasar Global
Dari pasar global, perhatian investor tertuju pada rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat sepanjang pekan ini. Pasar masih merespons dinamika kebijakan suku bunga yang disampaikan Ketua The Fed Kevin Warsh.
Di sisi lain, harga minyak mentah dunia turun lebih dari empat persen setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran. Keputusan ini meredakan ketegangan geopolitik dan memberi angin segar bagi bursa global.
Indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan turut naik 0,36 persen menjadi 626,20. Kinerja saham sektor energi juga mencatatkan kenaikan melalui Indeks IDX Energy yang menguat 0,21 persen.
Pergerakan Saham Sektor Energi
Sejumlah saham energi mencatatkan penguatan pada sesi perdagangan pagi ini:
- Saham Indika Energy naik 2,14 persen ke level 2.390.
- Saham ABM Investama menguat 1,18 persen ke level 2.570.
- Saham Bukit Asam naik 0,86 persen ke level 2.340.
- Saham Alamtri Resources Indonesia menguat 0,81 persen ke level 2.490.
- Saham Golden Energy Mines naik 0,77 persen ke level 6.550.
- Saham Baramulti Suksessarana menguat 0,46 persen ke level 4.330.
- Saham Petrosea naik 0,44 persen ke level 4.590.
- Saham Indo Tambangraya menguat 0,10 persen ke level 24.650.
Meskipun mayoritas menguat, beberapa saham energi bergerak melemah seperti Transcoal Pacific yang turun 3,85 persen dan Super Energy yang terkoreksi 1,81 persen. Sementara itu, saham Bayan Resources dan Adaro Andalan Indonesia cenderung stagnan.
Kombinasi antara fundamental emiten yang solid dan stabilitas ekonomi makro dalam negeri menjadi pendorong utama IHSG untuk tetap bertahan di zona hijau. Pelaku pasar diharapkan tetap mencermati rilis data ekonomi global yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan indeks selanjutnya.