IHSG dan LQ45 Melemah di Awal Pekan Perdagangan Usai Aksi Jual Masif BEI Hari Ini

IHSG dan LQ45 mengakhiri perdagangan awal pekan di zona merah akibat tekanan aksi jual masif investor pada bursa saham BEI.

Terkini24.id Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kelompok saham unggulan LQ45 gagal mempertahankan laju penguatan hingga mengakhiri perdagangan awal pekan di zona merah pada Senin (3/8/2026). Indeks komposit terkoreksi tipis sebesar 1,6 poin atau 0,03 persen dan berada di posisi 6.234,49 pada penutupan bursa. Penurunan ini terjadi setelah pergerakan saham domestik sempat dibuka menguat signifikan sebelum akhirnya tertekan oleh maraknya aksi jual pasar.

Pergerakan Indeks di Bursa

Laju indeks sebenarnya mengawali perdagangan pagi dengan tren positif saat melesat ke level tertinggi harian di posisi 6.272,61. Namun, tekanan lepas portofolio secara masif langsung membalikkan arah pergerakan hingga IHSG terus tertahan di zona merah sepanjang hari.

Tekanan jual investor tercatat menggerus nilai dari 348 saham yang beredar di papan perdagangan Bursa Efek Indonesia. Sementara itu, hanya 292 saham yang mampu mencatatkan penguatan dan 150 saham lainnya bertahan di posisi stagnan.

Aktivitas Transaksi Saham Unggulan

Aktivitas perdagangan di bursa mencatatkan volume transaksi sebesar 38,73 miliar saham dengan frekuensi mencapai 2,32 juta kali transaksi. Secara keseluruhan, total nilai transaksi pada penutupan awal pekan ini menembus angka Rp14,32 triliun.

Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mendominasi nilai transaksi tertinggi mencapai Rp716,6 miliar. Kendati demikian, harganya harus terkoreksi hingga 3,7 persen ke level Rp2.080 per saham akibat aksi pelepasan pemodal.

Daftar Pergerakan Saham LQ45

Dinamika pasar modal turut memengaruhi jajaran emiten konstituen indeks LQ45 dengan pergerakan harga yang cukup fluktuatif sepanjang hari. Beberapa saham mencetak lonjakan harga signifikan, sementara sebagian lainnya menjadi penekan utama pergerakan indeks.

Berikut adalah jajaran saham konstituen LQ45 yang mencatatkan penguatan tertinggi (top gainers) pada sesi perdagangan hari ini:

  • PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) – Naik 21,86% ke Rp1.895
  • PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) – Naik 4,47% ke Rp935
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) – Naik 4,39% ke Rp4.280

Sebaliknya, berikut adalah jajaran saham konstituen LQ45 yang mengalami penurunan terdalam (top losers) pada akhir perdagangan:

  • PT Indika Energy Tbk (INDY) – Turun 11,03% ke Rp2.340
  • PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) – Turun 3,95% ke Rp3.160
  • PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) – Turun 2,88% ke Rp202

Transaksi Terbesar dan Prospek

Selain emiten papan atas, aktivitas pasar juga diramaikan oleh transaksi berkapitalisasi besar pada beberapa saham potensial lainnya. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan nilai transaksi Rp540,6 miliar, sementara PT Bach Multi Global Tbk (BACH) mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp520,4 miliar.

Pelemahan tipis pada penutupan awal pekan ini mencerminkan tingginya kehati-hatian para pelaku pasar dalam mengamati dinamika ekonomi terbaru. Investor diperkirakan masih menanti dorongan sentimen positif baru yang mampu memicu kembali aksi beli agresif guna menopang pergerakan IHSG dan LQ45 pada sesi perdagangan mendatang.