Terkini24.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 1,34 persen hingga menembus level 6.419 pada perdagangan Kamis (23/7/2026) pagi. Penguatan ini ditopang oleh kenaikan saham-saham perbankan raksasa, khususnya saham BMRI dan BBRI. Kenaikan ini mempertegas tren pemulihan pasar modal domestik setelah sempat dibuka pada level 6.346.
Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak sangat dinamis sejak awal sesi perdagangan. Volume transaksi menembus 19,59 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp6,82 triliun dari 1,01 juta kali frekuensi perdagangan. Sebanyak 408 saham bergerak menguat, 164 saham melemah, dan 214 saham stagnan.
Penggerak Utama Penguatan Indeks
Data Bloomberg mencatat penguatan saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi pendorong utama IHSG dengan kontribusi 7,33 poin. Saham BBRI menguat 1,65 persen ke posisi Rp3.070 per saham dengan nilai transaksi mencapai Rp172 miliar.
Sementara itu, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turut menguat 0,67 persen menuju level Rp4.450 per saham. Total nilai transaksi jual-beli saham BMRI menembus Rp157 miliar dengan volume perdagangan 35 juta saham.
Daftar Saham Big Caps Penopang IHSG
Selain sektor perbankan, sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps) dari sektor energi dan mineral turut menopang laju indeks. Berikut adalah 10 saham teratas penggerak utama IHSG pada perdagangan pagi ini:
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): menyumbang 7,33 poin
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): menyumbang 5,05 poin
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI): menyumbang 4,43 poin
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): menyumbang 3,81 poin
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): menyumbang 3,74 poin
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN): menyumbang 3,62 poin
- PT Multipolar Technology Tbk (MLPT): menyumbang 3,5 poin
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT): menyumbang 2,62 poin
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): menyumbang 2,46 poin
- PT Petrosea Tbk (PTRO): menyumbang 2 poin
Laju penguatan IHSG yang didorong akumulasi pada saham-saham likuid ini berpotensi menjaga kepercayaan investor hingga penutupan sesi perdagangan. Pelaku pasar selanjutnya akan memantau ketahanan level resistensi IHSG serta arah aliran dana investor asing pada penutupan perdagangan sore nanti.