IHSG Sesi I Hari Ini Melonjak 1,56% Saat BI-Rate Ditahan Bank Indonesia

IHSG menguat 1,56 persen ke level 6.433,57 pada penutupan Sesi I Kamis (23/7/2026), ditopang kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia.

Terkini24.idIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tajam 1,56 persen atau naik 99,09 poin ke level 6.433,57 pada penutupan perdagangan Sesi I, Kamis (23/7/2026). Penguatan pasar saham domestik ini terjadi di tengah langkah Bank Indonesia yang memilih menahan suku bunga acuan BI-Rate di level 5,75 persen.

Keputusan moneter tersebut memberikan kepastian bagi pelaku pasar modal di tengah bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global.

Kebijakan Moneter Bank Indonesia

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate pada posisi 5,75 persen, Deposit Facility 4,75 persen, dan Lending Facility 6,50 persen. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah tanpa menaikkan beban biaya pendanaan di dalam negeri. Bank Indonesia juga memperkuat paket insentif demi menarik gelombang modal asing ke pasar keuangan nasional.

Berikut adalah rincian peningkatakan insentif yang ditetapkan Bank Indonesia:

  • Kenaikan insentif Swap Jual Lindung Nilai dari 10 persen menjadi 12,5 persen.
  • Perluasan insentif DNDF Jual Lindung Nilai hingga mencapai 15 persen.
  • Pemberian tambahan insentif untuk transaksi Local Currency Transaction (LCT).

Dinamika Pasar Global dan Geopolitik

Dari luar negeri, pemodal global mengambil sikap waspada menanti publikasi laporan keuangan korporasi teknologi skala besar. Pasar mencermati proyeksi belanja modal Alphabet yang diperkirakan menyentuh angka US$190 miliar hingga US$200 miliar pada 2026. Meski demikian, kekhawatiran atas tingginya nilai investasi kecerdasan buatan memicu koreksi saham semikonduktor hingga lebih dari 20 persen.

Di sisi lain, meningkatnya eskalasi geopolitik di Jalur Selat Hormuz dan Laut Merah menambah tekanan pada rantai pasok energi dunia. Namun, upaya diplomasi lewat usulan penghentian konflik selama 10 hari terus diusahakan oleh para mediator internasional.

Kombinasi antara stabilitas moneter domestik dan kehati-hatian investor global diperkirakan terus memengaruhi arah pergerakan IHSG pada Sesi II. Pelaku pasar selanjutnya akan mencermati realisasi aliran modal asing dan perkembangan situasi kawasan Timur Tengah sebagai penentu pergerakan indeks hingga penutupan perdagangan.