Basarnas dan TNI Perluas Area Pencarian 18 Korban KM Nurul Salsa di Selayar

Basarnas dan TNI memperluas area pencarian seluas 1.980 nautical mil untuk menemukan 18 korban hilang KM Nurul Salsa di perairan Selayar.

Terkini24.id – Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) bersama TNI memperluas area pencarian hingga 1.980 nautical mil untuk menemukan 18 korban hilang KM Nurul Salsa. Kapal motor tersebut sebelumnya tenggelam di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, memicu operasi penyelamatan intensif yang kini memasuki hari keenam.

Operasi gabungan ini mengerahkan alutsista laut dan udara untuk menyisir lima sektor pencarian secara masif.

Pengerahan Alutsista TNI dan Basarnas

Direktur Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas RI Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo menyatakan bahwa operasi ini melibatkan dukungan penuh dari TNI Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Penambahan armada udara dan laut dilakukan untuk memaksimalkan penyisiran di wilayah perairan yang luas. “Dari awal kita sudah didukung alat utama dari TNI, khususnya dari Kodaeral VI, satu KRI Marlin, kemudian KRI Hiu. Dan dari Lanud Hasanuddin, kita juga dibantu patroli maritim Boeing 737-200, dan standby Helikopter Caracal,” ujar Yudhi melalui keterangan video di Selayar, Senin (20/7/2026).

Unsur utama yang dikerahkan dalam operasi pencarian ini mencakup berbagai armada canggih dari TNI dan Basarnas, antara lain:

  • KRI Marlin dan KRI Hiu dari Kodaeral VI TNI AL.
  • Pesawat patroli maritim Boeing 737-200 dan Helikopter Caracal dari Lanud Sultan Hasanuddin.
  • Kapal Negara (KN) SAR Kamajaya, KN SAR Pacitan, dan KN SAR Puntadewa.

Perluasan Sektor dan Prediksi Arus

Pencarian pada hari keenam dibagi menjadi lima sektor dengan luas masing-masing 396 nautical mil persegi. Pembagian ini disesuaikan dengan kemampuan kapal serta perkiraan arah hanyut korban akibat arus laut ke arah barat daya. “Hari ini mungkin cukup luas sekitar 1.980 nautical mil luas area pencarian. Masing-masing kita bagi sektor itu 396 nautical mil, kita bagi menjadi lima sektor sesuai kemampuan unsur-unsur kapal yang tadi kita gerakan,” ucap Yudhi menjelaskan. Hingga kini, tim gabungan terus menyiagakan posko tambahan di wilayah Nusa Tenggara Barat guna mengantisipasi pergerakan korban.

Koordinasi lintas instansi dan perluasan sektor pencarian ini diharapkan mampu mempercepat evakuasi seluruh sisa korban hilang, sekaligus memberikan kepastian hukum dan keselamatan bagi keluarga korban di posko pengungsian.