Terkini24.id – Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan atau BI Rate pada level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Juli 2026. Keputusan ini menepis proyeksi mayoritas analis pasar yang mengantisipasi kenaikan sebesar 25 basis poin pascakenaikan berturut-turut 100 basis poin dalam dua bulan sebelumnya. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta menahan laju inflasi nasional.
Keputusan yang ditetapkan pada RDG periode Juli 2026 ini juga menetapkan suku bunga pendukung lainnya tetap stabil. Bank sentral mempertahankan suku bunga deposit facility sebesar 4,75 persen dan suku bunga lending facility pada level 6,50 persen.
Bauran Kebijakan dan Penguatan Rupiah
Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan instrumen ini merupakan bagian terintegrasi dari bauran kebijakan untuk menghadapi gejolak pasar keuangan global. Langkah penahanan suku bunga bertujuan memastikan inflasi 2026 dan 2027 tetap terkendali dalam sasaran 2,5 plus-minus 1 persen.
“BI memperluas kebijakan insentif dan sejumlah kebijakan lain untuk meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing dan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah,” ujar Perry dalam konferensi pers Hasil RDG BI hari ini, Rabu (22/7/2026).
Selain menahan suku bunga acuan, otoritas moneter ini menjalankan beberapa langkah pendukung guna memperkuat stabilitas pasar:
- Mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valuta asing.
- Meningkatkan ketersediaan likuiditas pasar secara menyeluruh.
- Mengatasi segmentasi likuiditas di pasar uang dan perbankan.
Pembuktian Beda Proyeksi Analis Pasar
Hasil keputusan BI kali ini berbanding terbalik dari perkiraan para pelaku pasar keuangan. Sebelum pengumuman resmi, konsensus survei Bloomberg terhadap 34 ekonom dan analis memproyeksikan BI Rate akan naik ke level 6,00 persen.
Sebanyak 29 ekonom dalam perhitungan utama berada pada rentang proyeksi 5,75 hingga 6,00 persen. Keyakinan tinggi pasar sebelumnya didasari oleh ekspektasi bahwa kenaikan suku bunga dapat menopang rupiah di tengah ketidakpastian global.
Keputusan BI menjaga suku bunga di level 5,75 persen ini memberikan kepastian bagi sektor perbankan dan dunia usaha dalam merencanakan ekspansi pembiayaan. Selanjutnya, pasar keuangan akan mencermati efektivitas perluasan insentif BI dalam menarik modal asing dan menjaga ketahanan nilai tukar rupiah dalam beberapa pekan mendatang.