Terkini24.id – Spanyol menghadapi Argentina pada final Piala Dunia 2026 di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Pertandingan puncak ini menyita perhatian karena pertemuan dua tim yang memiliki akar filosofi permainan Barcelona yang kuat.
Spanyol asuhan Luis de la Fuente banyak mengandalkan pemain dari klub asal Katalunya tersebut dalam skuadnya. Sementara di kubu Argentina, kapten Lionel Messi menjadi sosok sentral setelah menghabiskan 17 tahun kariernya bersama Barcelona.
Warisan Filosofi Permainan
Mantan pemain Spanyol, Xavi Hernandez, menilai identitas permainan Barcelona tercermin jelas pada kedua finalis Piala Dunia 2026. Ia merasa bangga filosofi tersebut masih mampu membawa tim ke level tertinggi.
“Kami harus bangga dengan filosofi dan ide permainan ini. Ini adalah satu filosofi yang masih terus hidup. Kami (Spanyol) berada di final dengan sistem permainan seperti ini, bahkan Argentina juga,” kata Xavi, Sabtu (18/7/2026).
Senada dengan Xavi, mantan pemain Argentina dan Barcelona, Javier Mascherano, mengakui kesamaan gaya bermain kedua tim. Ia menilai kesamaan visi ini akan membuat pertandingan berjalan menarik.
“Kami memang tidak memiliki banyak pemain Barcelona, tetapi cara bermain kami sangat mirip. Menurut saya, ini adalah dua tim terbaik di turnamen. Keduanya bermain dengan gaya serupa,” ujar Mascherano.
Ia menambahkan, penguasaan bola akan menjadi kunci utama dalam pertandingan ini. “Mereka senang menguasai bola dan tidak merasa nyaman ketika tidak memegang bola. Mungkin tim yang mampu menguasai bola akan mengendalikan tempo permainan. Bagi saya, ini adalah final terbaik,” tambahnya.
Peran Dominan Lionel Messi
Selain kesamaan filosofi, sosok Lionel Messi diprediksi tetap menjadi faktor penentu kemenangan. Pemain berusia 39 tahun tersebut telah mencatatkan statistik impresif sepanjang turnamen:
- Delapan gol yang dicetak untuk Argentina.
- Empat assist selama gelaran Piala Dunia 2026.
Mascherano menegaskan bahwa Messi adalah pemain yang tidak bisa disamakan dengan siapa pun. Ia menyoroti kemampuan Messi yang kerap memberikan kejutan di atas lapangan.
“Ia pemain yang spesial. Anda tidak bisa membandingkannya dengan siapa pun. Ia benar-benar berbeda. Setiap kali kami melihatnya bermain, selalu ada kejutan karena ia melakukan banyak hal yang tidak akan pernah kami lihat dari pemain lain,” tutur Mascherano.
Xavi turut memuji semangat juang Messi yang dianggapnya sebagai pembeda dalam skuad Argentina. Ia menyoroti bagaimana Messi memimpin tim untuk tidak menyerah, seperti saat mengalahkan Inggris di semifinal.
“Menurut saya, ia adalah pemain terbaik sepanjang sejarah. Dan sampai sekarang ia masih menjadi pembeda di lapangan. Ambisinya dan sikapnya, ia adalah seorang petarung. Ia benar-benar yang terbaik,” kata Xavi.
Mascherano menyimpulkan bahwa peran Messi akan sangat menentukan hasil akhir pertandingan. “Saya pikir ia masih menunjukkan bahwa ia pemilik permainan ini. Saat bola ada di kakinya, ia mengambil keputusan-keputusan yang membuat timnya bisa memenangi pertandingan, dan ia memang mampu melakukannya,” tutupnya.
Pertandingan final ini tidak hanya akan menentukan siapa yang berhak membawa pulang trofi Piala Dunia 2026, tetapi juga menjadi pembuktian bagi keberlanjutan filosofi sepak bola yang mengandalkan penguasaan bola. Baik Spanyol maupun Argentina kini bersiap mengoptimalkan taktik mereka demi mengamankan gelar juara di tanah Amerika Serikat.