Terkini24.id – Miami Stadium akan menjadi saksi pertandingan perebutan posisi ketiga Piala Dunia 2026 antara Timnas Prancis dan Timnas Inggris pada Minggu, 19 Juli 2026, pukul 04.00 WIB. Pertemuan ini menjadi penentu bagi kedua tim yang gagal melaju ke partai puncak setelah menelan kekalahan pada babak semifinal. Sebelum menyaksikan laga ini, penting untuk meninjau kembali catatan 5 pertandingan terakhir Inggris vs Prancis yang menunjukkan persaingan sengit di antara kedua negara besar tersebut.
Dalam sejarah pertemuan kedua tim, Prancis cenderung memiliki catatan yang lebih dominan atas Inggris. Berikut adalah riwayat pertemuan lima pertandingan terakhir mereka di berbagai ajang internasional:
- 11/12/22 Inggris 1-2 Prancis (Piala Dunia 2022)
- 14/06/17 Prancis 3-2 Inggris (Uji Coba)
- 18/11/15 Inggris 2-0 Prancis (Uji Coba)
- 11/06/12 Prancis 1-1 Inggris (Euro 2012)
- 19/11/10 Inggris 1-2 Prancis (Uji Coba)
Berdasarkan data tersebut, Prancis mampu memenangkan tiga dari lima pertemuan terakhir, sementara Inggris hanya mampu meraih satu kemenangan. Pertemuan terakhir mereka di Piala Dunia 2022 di Qatar menjadi memori yang cukup menyakitkan bagi The Three Lions, karena kekalahan tersebut menghentikan langkah mereka di babak perempat final.
Daftar Isi
Catatan Performa Menuju Miami
Kedua tim saat ini sedang berupaya bangkit dari kekecewaan besar setelah tersingkir di babak empat besar. Prancis harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor 0-2, sementara Inggris yang sempat memimpin harus merelakan kemenangan kepada Argentina melalui hasil akhir 1-2.
Berikut adalah performa lima pertandingan terakhir Timnas Prancis:
- 15/07/26 Prancis 0-2 Spanyol (Kalah)
- 10/07/26 Prancis 2-0 Maroko (Menang)
- 05/07/26 Paraguay 0-1 Prancis (Menang)
- 01/07/26 Prancis 3-0 Swedia (Menang)
- 27/06/26 Norwegia 1-4 Prancis (Menang)
Di sisi lain, Inggris juga menunjukkan tren performa yang hampir serupa dalam lima pertandingan terakhir mereka:
- 16/07/26 Inggris 1-2 Argentina (Kalah)
- 12/07/26 Norwegia 1-2 Inggris (Menang)
- 06/07/26 Meksiko 2-3 Inggris (Menang)
- 01/07/26 Inggris 2-1 RD Kongo (Menang)
- 28/06/26 Panama 0-2 Inggris (Menang)
Melihat tren performa ini, kedua tim memiliki modal yang cukup kuat untuk menampilkan permainan terbaik. Konsistensi pemain dari kedua belah pihak di sepanjang turnamen Piala
Ambisi Balas Dendam dan Perpisahan
Pertandingan ini membawa misi yang berbeda bagi kedua kubu, namun memiliki urgensi yang sama untuk menutup turnamen dengan catatan manis. Bagi Inggris, laga ini menjadi ajang untuk membalaskan memori kekalahan dari Prancis pada Piala Dunia 2022.
Sementara itu, Prancis memiliki motivasi emosional yang mendalam terkait masa depan pelatih mereka. Laga ini dilaporkan akan menjadi penampilan terakhir Didier Deschamps sebagai juru taktik Les Bleus, sehingga Kylian Mbappe dan rekan-rekan akan berjuang keras untuk memberikan perpisahan yang layak.
Kedua tim memiliki rekam jejak dalam perebutan posisi ketiga Piala Dunia yang cukup kontras. Prancis tercatat pernah memenangkan partai perebutan tempat ketiga pada edisi 1958 dan 1986.
Berbeda dengan Prancis, Inggris justru memiliki catatan kurang maksimal dalam laga hiburan ini. The Three Lions tercatat pernah dua kali tampil di perebutan juara ketiga, yakni pada edisi 1990 dan 2018, namun mereka selalu gagal meraih kemenangan dalam dua kesempatan tersebut.
Menutup Piala Dunia dengan Senyuman
Laga di Miami Stadium ini menjadi kesempatan terakhir bagi kedua tim untuk memperbaiki catatan sejarah mereka di turnamen Piala Dunia 2026. Fokus dan ketenangan di depan gawang akan menjadi penentu siapa yang berhak membawa pulang medali perunggu.
Bagi Inggris, kemenangan akan menjadi penebus kekecewaan atas kekalahan dari Argentina, sekaligus memperbaiki catatan sejarah mereka di perebutan tempat ketiga. Sebaliknya, bagi Prancis, kemenangan akan menjadi kado perpisahan yang berkesan bagi Didier Deschamps setelah bertahun-tahun mengabdi sebagai pelatih kepala.
Apapun hasil akhirnya, pertandingan ini tetap menjadi hiburan kelas dunia bagi para penggemar sepak bola. Keinginan kedua tim untuk tidak mengakhiri turnamen dengan dua kekalahan beruntun akan memastikan intensitas tinggi sepanjang jalannya pertandingan.