TERKINI24.ID – JAKARTA. Persija Jakarta resmi memutuskan untuk melangsungkan pemusatan latihan di Thailand mulai 27 Juli hingga 16 Agustus 2026 sebagai bagian dari persiapan tim menyambut musim kompetisi Liga 1 2026/2027. Pelatih kepala Persija, Shin Tae-yong, telah menyusun agenda tersebut jauh hari untuk meningkatkan kualitas fisik, mematangkan skema permainan, sekaligus mempererat hubungan antarpemain.
Akibat jadwal yang tumpang tindih dengan turnamen Piala Presiden Elite 2026 yang dimulai pada 25 Juli, tim utama akan fokus menjalani program latihan di luar negeri, sementara manajemen menunjuk tim Elite Pro Academy (EPA) U-20 untuk tampil di turnamen domestik tersebut demi menjaga ritme kompetisi klub.
Daftar Isi
Fokus Persiapan Musim 2026/2027
Persija Jakarta memastikan seluruh agenda persiapan musim 2026/2027 tetap berjalan sesuai rencana awal. Klub ibu kota ini memilih untuk bertolak ke Thailand guna menjalani rangkaian sesi latihan intensif selama tiga pekan. Keputusan ini diambil manajemen setelah mempertimbangkan kebutuhan tim untuk mendapatkan atmosfer latihan yang lebih fokus dan terukur.
Pemusatan latihan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 27 Juli sampai 16 Agustus 2026. Pelatih Persija, Shin Tae-yong, menilai agenda ini sebagai fondasi penting untuk membentuk kondisi fisik pemain, mematangkan pola permainan, sekaligus mempererat hubungan antarpemain.
“Kami akan menjalani pemusatan latihan di Thailand mulai 27 Juli hingga 16 Agustus 2026,” ujar Shin Tae-yong dalam keterangan resmi klub, dikutip pada Minggu (19/7/2026).
Pemilihan Thailand sebagai lokasi pemusatan latihan didasarkan pada kualitas infrastruktur dan iklim yang dianggap mendukung kebutuhan tim. Fokus utama dalam agenda ini adalah menyatukan seluruh elemen pemain dalam satu kerangka permainan yang diinginkan oleh staf pelatih.
Mengelola Jadwal Turnamen
Persija Jakarta saat ini harus menghadapi dinamika jadwal yang padat antara agenda latihan di luar negeri dan partisipasi dalam turnamen pramusim Piala Presiden Elite 2026. Turnamen tersebut diketahui akan mulai bergulir pada 25 Juli 2026.
Namun, pelatih asal Korea Selatan itu menegaskan bahwa program latihan di Thailand sudah disiapkan sebelum jadwal turnamen diketahui publik. Seluruh kebutuhan logistik dan teknis selama berada di Thailand pun telah dipersiapkan jauh-jauh hari sehingga perubahan rencana tidak menjadi opsi bagi manajemen.
“Kami sudah memiliki jadwal pemusatan latihan di luar negeri. Program tersebut telah disusun sejak lama, bahkan sebelum jadwal Piala Presiden kami terima. Ketika saya mulai menangani Persija, program pemusatan latihan ini sudah masuk ke dalam agenda tim persiapan. Oleh karena itu, jadwal tersebut bukan sesuatu yang dapat diubah secara tiba-tiba,” jelas Shin Tae-yong.
Manajemen klub berusaha bersikap profesional dalam menyikapi kondisi ini. Mereka ingin memastikan bahwa persiapan musim tidak terganggu oleh perubahan mendadak, namun tetap berkomitmen untuk berpartisipasi dalam kompetisi pramusim yang disediakan bagi klub-klub tanah air.
Peran Skuad EPA U-20
Untuk mengakomodasi partisipasi dalam Piala Presiden Elite 2026 tanpa harus mengorbankan program tim utama, Persija memutuskan untuk menurunkan skuad Elite Pro Academy (EPA) U-20. Keputusan ini dinilai sebagai solusi nyata yang memberikan kesempatan bagi pemain muda untuk unjuk gigi di level senior.
Skuad muda yang akan diturunkan merupakan tim yang memiliki rekam jejak prestasi gemilang. Mereka adalah juara bertahan EPA Super League U-20 musim 2025/2026 yang diakui memiliki kualitas teknis mumpuni.
Shin Tae-yong menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk pertanggungjawaban klub. Ia menegaskan bahwa pihak manajemen tidak mengabaikan turnamen, melainkan mengedepankan efektivitas agenda yang sudah ditetapkan.
“Bukan berarti Persija sengaja berencana untuk tidak mengikuti Piala Presiden. Namun, memang ada benturan jadwal dengan program pemusatan latihan tim utama. Oleh karena itu, tim EPA U-20 akan mewakili Persija di Piala Presiden Elite,” tutur eks pelatih Timnas Indonesia itu.
Langkah ini juga memberikan keuntungan bagi klub dalam hal regenerasi pemain. Pengalaman bertanding di turnamen sekelas Piala Presiden diharapkan mampu mematangkan mentalitas para pemain muda sebelum mereka dipromosikan ke jenjang profesional yang lebih tinggi.
Status Pemain Tim Nasional
Selain masalah jadwal, Persija Jakarta juga masih memantau ketersediaan beberapa pemain yang saat ini tengah menjalankan tugas negara. Sebagian penggawa Macan Kemayoran masih bergabung dengan Timnas Indonesia dan belum bisa langsung bergabung dalam agenda pemusatan latihan.
Manajemen klub menyatakan bahwa mereka terus menjalin komunikasi dengan pihak terkait mengenai kepulangan para pemain tersebut. Ketersediaan pemain kunci seperti Rizky Ridho dan Jordi tentu menjadi perhatian khusus bagi tim pelatih untuk memastikan mereka dapat segera beradaptasi dengan materi latihan yang akan diberikan.
“Kami masih harus melihat perkembangan dan jadwal mereka setelah menyelesaikan tugas bersama tim nasional,” tambahnya.
Proses integrasi pemain ke dalam skuad utama setelah tugas negara akan dilakukan secara bertahap. Staf pelatih telah menyiapkan materi latihan khusus agar pemain yang baru kembali dapat menyesuaikan kondisi fisik dan skema permainan dengan rekan-rekan setimnya yang lain.
Persiapan Menuju Musim Baru
Pemusatan latihan ini mencakup berbagai aspek pengembangan pemain yang sangat dibutuhkan untuk mengarungi kompetisi panjang selama satu musim penuh. Adapun beberapa fokus utama yang akan digenjot selama tiga pekan di Thailand meliputi:
- Peningkatan Kebugaran Fisik: Memastikan seluruh pemain memiliki stamina prima untuk menghadapi ritme pertandingan yang tinggi.
- Penyempurnaan Taktik: Mengasah pemahaman pemain terhadap filosofi permainan yang diusung oleh tim pelatih agar tercipta pola serangan dan pertahanan yang solid.
- Penguatan Kerangka Tim: Membangun keselarasan antarindividu di lapangan, terutama bagi pemain-pemain baru yang didatangkan untuk memperkuat komposisi skuad.
- Mentalitas Pemenang: Menanamkan rasa percaya diri dan disiplin tinggi dalam setiap sesi latihan guna menghadapi tekanan kompetisi.
Melalui pendekatan yang terukur ini, Persija berharap dapat mencapai performa puncak saat kompetisi resmi musim 2026/2027 dimulai. Manajemen menyadari bahwa kesiapan sejak dini adalah kunci untuk bisa bersaing di papan atas klasemen dan meraih gelar juara.
Kehadiran Shin Tae-yong sebagai nahkoda tim memberikan optimisme tersendiri bagi pendukung. Dengan pengalamannya dalam menangani tim-tim besar dan pemahamannya terhadap sepak bola Indonesia, publik berharap Macan Kemayoran dapat menunjukkan performa yang lebih konsisten dan berbahaya di musim mendatang.
Secara keseluruhan, keputusan Persija untuk menjalankan pemusatan latihan di luar negeri adalah langkah tegas dalam memprioritaskan kualitas persiapan tim. Dengan membagi fokus antara pengembangan tim utama di Thailand dan memberikan jam terbang bagi para pemain muda melalui Piala Presiden Elite 2026, klub menunjukkan komitmen dalam membangun masa depan yang berkelanjutan bagi dunia sepak bola Indonesia.