Terkini24.id – Panitia penyelenggara resmi menetapkan Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, sebagai arena pamungkas turnamen pramusim bergengsi. Pertandingan semifinal hingga babak final piala presiden 2026 terpusat di Pulau Dewata demi menjaga ketertiban serta kelancaran turnamen. Keputusan ini diambil guna mengantisipasi persaingan sengit empat tim papan atas Indonesia yang lolos dari fase grup.
Empat klub besar yang sukses menembus babak empat besar adalah Persib Bandung, Persebaya Surabaya, Arema FC, dan Persija Jakarta. Ketua Steering Committee Piala Presiden, Maruarar Sirait, mengonfirmasi penetapan lokasi tersebut setelah berkoordinasi langsung dengan pihak terkait.
“Sesuai arahan Ketua Umum, Semifinal dan Final tempatnya di Bali,” kata Maruarar Sirait saat berkoordinasi dengan Menpora Erick Thohir via telepon.
“Pak Ketua Umum saya umumkan tempatnya di Bali.”
Jadwal Laga Semifinal dan Final
Panitia telah merilis susunan jadwal pertandingan yang akan mempertemukan para rival sepak bola nasional. Berikut adalah jadwal pelaksanaan fase akhir turnamen:
- Selasa (4/8/2026): Persib Bandung (Juara Grup A) vs Persija Jakarta (Runner-up Grup B)
- Selasa (4/8/2026): Persebaya Surabaya (Juara Grup B) vs Arema FC (Runner-up Grup A)
- Kamis (6/8/2026): Laga perebutan tempat ketiga dan final piala presiden 2026
Seluruh laga tersebut dipastikan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Penonton akan disuguhkan persaingan ketat bertajuk El Clasico Indonesia serta Derby Jawa Timur.
Alasan Keamanan Jadi Pertimbangan Utama
Maruarar Sirait mengungkapkan alasan utama di balik penunjukan Bali sebagai lokasi pertandingan terpusat. Keselamatan seluruh pihak menjadi prioritas utama panitia mengingat tinggi suhu persaingan antar tim.
“Ya, tentu pertimbangan keamanan adalah pertimbangan nomor satu. Karena keselamatan, keamanan itu penting sekali,” kata Maruarar Sirait.
Ia menegaskan bahwa seluruh faktor keselamatan wajib diperhitungkan secara matang sebelum membuat keputusan. Rivalitas panjang antara Persib dengan Persija, serta Persebaya dengan Arema FC, membutuhkan penanganan khusus.
“Kita harus pertimbangkan semua,” tambahnya.
Peluang Surabaya Tuan Rumah Mendatang
Selain Bali, pihak panitia sebenarnya sempat menaruh minat untuk memilih Kota Surabaya sebagai lokasi penyelenggaraan. Namun, rencana tersebut harus ditunda hingga edisi berikutnya.
“Tapi kita juga ingin suatu saat di Surabaya. Ya, karena saya senang sekali kota ini. Dan ini kota yang penuh sejarah perjuangan,” ungkapnya.
Maruarar mengapresiasi atmosfer Kota Surabaya dan tetap membuka kesempatan pada masa depan.
“Tadi saya sudah katakan aman, menurut saya aman, bersih, dan penuh semangat. Jadi ada aura yang semangat. Ya, dan kami sudah memberikan kesempatan kepada Surabaya.”
“Kalau memang siap, tempatnya semifinal dan final ada di kota Surabaya. Ya, kita mungkin lain kali ya Mas Arya. Kita akan persiapkan lebih baik lagi,” tuturnya.
Penetapan Bali sebagai tuan rumah menjadi langkah tepat untuk menjamin turnamen berjalan aman dan lancar. Publik sepak bola nasional kini bersiap menyaksikan pertarungan empat tim terbaik memperebutkan gelar juara.