Prabowo Subianto Sambut Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka untuk Kerja Sama

Prabowo Subianto Sambut Presiden Belarus
Prabowo Subianto Sambut Presiden Belarus

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (2/6/2026). Pertemuan ini bertujuan membahas penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Belarus serta meluncurkan peta jalan kerja sama baru.

Aleksandr Lukashenko tiba di Istana Kepresidenan sekitar pukul 11.23 WIB dengan pengawalan ketat pasukan motoris dan berkuda. Penyambutan dilanjutkan dengan upacara kenegaraan, mendengarkan lagu kebangsaan kedua negara, serta pengecekan pasukan di lapangan Istana Merdeka.

Agenda Pertemuan Bilateral

Setelah upacara, kedua kepala negara memperkenalkan delegasi masing-masing sebelum menuju ruang kredensial. Presiden Prabowo mengajak Presiden Lukashenko melakukan sesi foto bersama dan penandatanganan buku tamu negara.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan pertemuan empat mata (tete-a-tete) di ruang kerja Presiden Prabowo. Kegiatan ini diteruskan dengan pertemuan bilateral yang melibatkan delegasi dari kedua negara untuk membahas kemitraan lebih dalam.

Delegasi Indonesia yang mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut meliputi:

  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
  • Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya
  • Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi
  • Menteri Luar Negeri Sugiono
  • Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin
  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia
  • Menteri Kebudayaan Fadli Zon
  • Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Roeslani
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

Fokus Kerja Sama Indonesia dan Belarus

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyebutkan bahwa kunjungan ini merupakan balasan atas lawatan Presiden Prabowo ke Belarus pada 15 Juli tahun lalu. Pertemuan ini difokuskan pada pengembangan potensi kerja sama pasca-ratifikasi Indonesia-Eurasian Economic Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EAEU CEPA).

“Ini menunjukkan hubungan bilateral kita memasuki, kalau boleh saya katakan tahap baru yang intensif,” kata Sugiono.

Pemerintah akan meluncurkan Road Map for Bilateral Cooperation 2026-2030 guna memastikan kerja sama yang lebih konkret. Fokus utama peta jalan tersebut mencakup sektor ketahanan pangan dan energi bagi kedua negara.

“Pada hari ini juga akan diluncurkan suatu roadmap hubungan bilateral di berbagai sektor antara Indonesia dan Belarus,” jelasnya. “Beberapa produk pertanian dan khususnya bahan baku pupuk juga akan dikerja samakan antara Belarus dan Indonesia.”

Penguatan hubungan melalui peluncuran peta jalan kerja sama ini diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap stabilitas ketahanan pangan dan pasokan energi nasional. Sinergi antara Indonesia dan Belarus diharapkan menjadi pijakan penting bagi pertumbuhan ekonomi kedua negara di masa depan.