Pembagian Divisi FIFA ASEAN Cup 2026

Format 2 Divisi FIFA ASEAN Cup 2026 resmi dirilis FIFA. Indonesia ditunjuk jadi tuan rumah Divisi 1 dalam turnamen edisi perdana ini.

Terkini24.id – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) resmi merilis regulasi dan format kompetisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026 yang menerapkan sistem dua divisi tanpa babak semifinal. Ajang baru ini dirancang untuk mendongkrak daya saing sepak bola regional sekaligus masuk dalam kalender resmi FIFA sehingga klub wajib melepas pemain.

Indonesia dipastikan memegang peran penting sebagai tuan rumah penyelenggaraan kelompok papan atas tersebut.

Skema 2 Divisi FIFA ASEAN Cup 2026

Berdasarkan regulasi resmi, turnamen ini diikuti 14 negara yang dibagi ke dalam dua tingkatan berdasarkan peringkat dunia.

Delapan negara menempati kelompok level atas, sementara enam tim lainnya masuk kategori tingkat kedua. Pembagian peserta tersebut mencakup:

  • Divisi 1: Timnas Indonesia, Thailand, Vietnam, Filipina, India, Malaysia, Singapura, dan Pakistan.
  • Divisi 2: Hong Kong, Myanmar, Laos, Kamboja, Brunei Darussalam, dan Timor Leste.

Format Tanpa Babak Semifinal

Regulasi turnamen ini meniadakan babak gugur perempat final dan semifinal untuk menjaga intensitas persaingan sejak laga perdana. Pada Divisi 1, delapan peserta dipecah menjadi dua grup yang masing-masing berisi empat tim dengan jatah tiga pertandingan. Hanya juara dari masing-masing grup yang berhak melangkah langsung ke partai puncak.

Sementara itu, Divisi 2 menggunakan format serupa dengan membagi enam kontestan ke dalam dua grup berisi tiga tim. Setiap negara hanya melakoni dua laga fase grup sebelum pemuncak klasemen bertemu di laga final. Konsekuensinya, setiap tim dituntut tampil sempurna karena satu kekalahan langsung menutup peluang juara.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyambut positif penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah kelompok level utama. Dukungan penuh juga telah dikirimkan pemerintah melalui Presiden Prabowo kepada pihak otoritas sepak bola dunia. Turnamen ini dijadwalkan bergulir pada September hingga Oktober 2026 mendatang.

“Alhamdulillah Bapak Presiden, saya mengucapkan terima kasih, sudah mengeluarkan dukungan pemerintah yang sudah dikirimkan kepada Presiden FIFA. Dan kami sekarang sedang menunggu seperti apa kerja sama dari FIFA dengan kita sebagai tuan rumah,” kata Erick di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Masuknya kejuaraan ini dalam agenda resmi internasional memberikan keuntungan besar bagi skuad Garuda. Timnas Indonesia dipastikan bisa memanggil seluruh pemain terbaik yang berkarier di luar negeri untuk memperkuat tim. Momentum ini menjadi kesempatan emas bagi sepak bola nasional untuk mencatatkan prestasi tingkat regional.