Format Baru FIFA ASEAN Cup 2026 Bocor, Tanpa Ada Semifinal

Format FIFA ASEAN Cup 2026 tanpa semifinal mulai bocor ke publik. PSSI pastikan Indonesia jadi tuan rumah turnamen baru ini.

Terkini24.id – Kebocoran format kompetisi FIFA ASEAN Cup 2026 langsung memicu perhatian publik sepak bola regional karena menerapkan sistem tanpa babak semifinal. Ajang anyar garapan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) ini dirancang khusus untuk mendongkrak level kompetitif negara-negara Asia Tenggara.

Indonesia dipastikan menjadi salah satu tuan rumah bersama Hong Kong setelah mendapat lampu hijau dari pemerintah.

Skema Pembagian Divisi

Berdasarkan bocoran regulasi yang beredar, turnamen ini rencananya diikuti oleh 14 hingga 16 peserta yang dibagi menjadi dua tingkat kelompok.

Skema tersebut bertujuan mempertemukan tim-tim dengan kekuatan seimbang sejak awal turnamen dimulai. Pembagian tersebut mencakup:

  • Division 1: Delapan tim dibagi ke dalam dua grup dengan masing-masing tim menjalani tiga laga.
  • Division 2: Enam tim dibagi ke dalam dua grup dengan masing-masing tim memainkan dua pertandingan fase grup.

Tanpa Babak Semifinal

Peraturan paling mencolok dari kejuaraan ini adalah ketiadaan babak gugur perempat final maupun semifinal bagi para kontestan. Hanya tim yang keluar sebagai juara grup yang berhak langsung melangkah ke partai puncak perebutan gelar juara. Konsekuensinya, setiap pertandingan penyisihan grup menuntut performa maksimal tanpa ruang bagi tim peserta untuk melakukan kesalahan sedikit pun.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan bahwa pemerintah melalui Presiden Prabowo telah mengirimkan surat dukungan resmi kepada pihak FIFA. Pihaknya kini tinggal menunggu pengumuman lanjutan terkait detail operasional maupun jadwal resmi dari federasi sepak bola dunia tersebut. Turnamen prestisius ini dijadwalkan bergulir pada 23 September hingga 3 Oktober 2026 mendatang.

“Alhamdulillah Bapak Presiden, saya mengucapkan terima kasih, sudah mengeluarkan dukungan pemerintah yang sudah dikirimkan kepada Presiden FIFA. Dan kami sekarang sedang menunggu seperti apa kerja sama dari FIFA dengan kita sebagai tuan rumah,” kata Erick di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

PSSI berharap kejuaraan regional ini mampu mendongkrak prestasi sepak bola nasional sekaligus memberikan hiburan berkualitas bagi masyarakat luas. Kehadiran turnamen akbar ini diyakini bakal menjadi momentum kebangkitan ekosistem olahraga sepak bola di kawasan Asia Tenggara.