Penjaga gawang Timnas Jepang, Zion Suzuki, menjadi sorotan besar pada Piala Dunia 2026 setelah melakukan serangkaian penyelamatan penting dalam laga debutnya melawan Belanda yang berakhir imbang 2-2 pada 14 Juni 2026 di Meksiko. Penampilan gemilang kiper berusia 23 tahun tersebut langsung mendongkrak kepercayaan diri skuad Samurai Blue. Hasil imbang pada laga perdana fase grup ini menjadi modal berharga bagi anak asuh Hajime Moriyasu untuk menatap laga selanjutnya.
Kiper yang kini membela klub Italia, Parma, tersebut lahir di Newark, New Jersey, dari ayah asal Ghana dan ibu warga negara Jepang. Meskipun Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (U.S. Soccer) sempat berupaya keras untuk merekrutnya, Suzuki memantapkan pilihan untuk membela Samurai Blue sejak dini. Karier profesionalnya bermula di akademi Urawa Red Diamonds hingga ia berhasil menandatangani kontrak profesional pada usia 16 tahun lima bulan pada tahun 2019.
Sebelum pindah ke Eropa untuk bergabung dengan klub Belgia, Sint-Truiden, Suzuki sempat menarik minat dari Manchester United namun ia menolak tawaran tersebut karena merasa membutuhkan lebih banyak menit bermain.
Saat meninggalkan klub masa kecilnya tersebut, Suzuki sempat memberikan pernyataan resmi mengenai keputusannya berkarier di Eropa.
“Saya telah memutuskan untuk melakukan transfer permanen ke Sint-Truiden VV. Saya akan terus bekerja keras sehingga saya dapat menggunakan pengalaman yang saya peroleh di Urawa di panggung dunia dan agar saya dapat menjadi panutan bagi para pemain Akademi Urawa Reds. Sekali lagi, terima kasih untuk 11 tahun terakhir.” ujar Zion Suzuki, Kiper Timnas Jepang.
Perjalanan Karier dan Antisipasi Serangan Balik
Setelah masa pinjaman yang sukses, Sint-Truiden mempermanenkan kontrak Suzuki pada Juli 2024 sebelum sang penjaga gawang pindah ke Parma di Serie A Italia pada musim panas 2024. Performa apik Suzuki di Italia sempat terganggu cedera patah tulang tangan kiri saat melawan AC Milan pada November 2025, tetapi rehabilitasi cepat membuatnya kembali bermain pada Maret 2026 guna menyelamatkan Parma dari degradasi. Kini, fokus penuhnya telah beralih untuk membawa Timnas Jepang melangkah jauh di turnamen sepak bola terakbar di dunia tersebut.
“Piala Dunia ini adalah babak besar dalam karier saya. Ini adalah puncaknya,” kata Zion Suzuki, Kiper Timnas Jepang.
Pemain bertinggi badan 1,90 meter ini bertekad mempertahankan momentum positif demi menghindarkan Jepang dari kegagalan di laga kedua, berkaca pada kekalahan mengejutkan dari Kosta Rika di Piala Dunia 2022 lalu. Suzuki juga mengingat betul bagaimana penyelamatan penting di awal laga sebelumnya mampu mengubah jalannya pertandingan.
“Saya berhasil melakukan penyelamatan tepat di awal pertandingan terakhir kali. Satu permainan dapat mengayunkan momentum dari tim mereka ke tim Anda. Jadi saya berharap dapat melakukan hal serupa lagi untuk mengangkat performa tim.” kata Zion Suzuki, Kiper Timnas Jepang.
Meskipun Tunisia baru saja mengganti pelatih mereka menjadi Herve Renard setelah kekalahan telak dari Swedia, Suzuki meminta timnya untuk tetap waspada terhadap skema serangan balik lawan. Ia menilai sang calon lawan memiliki keunggulan fisik dan potensi menyulitkan yang besar melalui taktik bertahan.
“Secara individu, (Tunisia) memiliki kualitas. Kami memperkirakan mereka akan bertahan di belakang dan kami harus siap ketika mereka mencoba memukul kami melalui serangan balik. Mereka juga memiliki postur tubuh yang besar.” ujar Zion Suzuki, Kiper Timnas Jepang.
Evaluasi Internal dan Komitmen Skuad Samurai Blue
Skuat Jepang saat ini telah melakukan persiapan matang dan menyadari pentingnya pertandingan kedua ini berdasarkan pengalaman para pemain senior. Kegagalan masa lalu menjadi pelajaran berharga yang terus dibahas di dalam ruang ganti agar tidak terulang kembali pada edisi kali ini.
“Secara internal, kita telah berbicara tentang bagaimana kita perlu memastikan kita tidak menderita nasib frustrasi yang sama seperti sebelumnya. Kami telah bersiap dengan baik dan saya berharap kami dapat mengeksekusinya.” tutur Zion Suzuki, Kiper Timnas Jepang.
Jepang yang kini mulai mendapatkan rasa hormat dari tim-tim besar dunia dipastikan tidak akan mengubah gaya permainan agresif mereka. Seluruh elemen tim, terutama para pemain yang sempat berlaga di Qatar, terus mengingatkan rekan-rekan setimnya akan tensi tinggi pada laga kedua fase grup.
“Anak-anak yang ada di Piala Dunia lalu telah menekankan pentingnya pertandingan kedua ini, yang dipahami oleh semua orang. Kami semua berbagi visi yang sama.” kata Zion Suzuki, Kiper Timnas Jepang.
Kiper yang terbiasa mengonsumsi dorayaki sebelum bertanding ini menegaskan bahwa fokus utama tim adalah menyelesaikan tugas di lapangan. Baginya, status dan rasa hormat dari tim lawan adalah hal yang berbeda dari kewajiban yang harus dituntaskan oleh timnya demi mengamankan poin penuh.
“Melihat kembali bagaimana tim-tim bermain melawan kami hingga saat ini, saya pikir tim lain menghormati Jepang. Namun bagi kami, itu tidak mengubah apa yang kami lakukan.” ucap Zion Suzuki, Kiper Timnas Jepang.
“Saya tidak tahu bagaimana menyatakannya, tetapi perintah untuk dihormati adalah satu hal dan melakukan apa yang harus kami lakukan adalah hal lain. Penting untuk memahami hal itu.” kata Zion Suzuki, Kiper Timnas Jepang.
Berikut adalah prakiraan daftar susunan pemain Timnas Jepang yang disiapkan jelang laga:
- Penjaga Gawang: Zion Suzuki
- Pemain Belakang: Takehiro Tomiyasu, Ko Itakura, Shogo Taniguchi, Hiroki Ito
- Pemain Tengah: Wataru Endo, Hidemasa Morita, Takefusa Kubo
- Pemain Depan: Kaoru Mitoma, Takumi Minamino, Ayase Ueda
Pertandingan antara Jepang melawan Tunisia dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu di Monterrey Stadium, Meksiko. Laga ini diprediksi berjalan sengit karena menjadi momen penentu bagi kedua tim untuk menjaga peluang lolos ke babak sistem gugur Piala Dunia 2026.